Kamis, 3 April 2025

Dewan Sebut Program Penanganan Covid-19 di Kota Serang Tidak Efektif

Wakil DPRD Kota Serang Roni Alfanto. (Foto: TitikNOL)
Wakil DPRD Kota Serang Roni Alfanto. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Penyebaran Covid-19 di Kota Serang semakin marak dan tidak terhndarkan. Sejauh ini, setidaknya ada dua Dinas yang menutup pelayanan tatap muka karena ada pegawai yang terkonfirmasi positif, yakni Dindikbud dan Disdukcapil Kota Serang.

Wakil DPRD Kota Serang Roni Alfanto, mengaku prihatin dengan kondisi penyebaran virus Corona di Kota Serang. Terlebih lagi, ada 83 pegawai BJB yang terpapar Covid-19.

"Saya prihatin ya, Covid-19 di Kota Serang malah tambah banyak. Apalagi yang terbaru saya dengar BJB itu," katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (16/11/2020).

Melihat perkembangan kasus kian hari melonjak, Ketua NasDem Kota Serang itu menilai, program penanganan penyebaran Covid-19 dari Pemkot Serang dirasa kurang efektif.

"Artinya, kami sangat prihatin dan nanti kami akan mengundang Dinkes Kota Serang untuk mendengar langsung dan berbicara langsung, ini seperti apa program pemerintah. Sepertinya kurang efektif ya (penanganan Covid-19)," ungkapnya.

Maka dari itu, pihaknya mengaku akan memanggil Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang untuk mengetahui lebih jauh program yang telah dilaksanakan dalam rangka penanganan virus Corona.

"Dengan melonjaknya yang kena (terkonfirmasi positif), tapi saya dengar banyak juga yang sembuh. Nanti kami akan undang Dinkes supaya tahu penyebab utama kasus melonjak," terangnya.

Apalagi sejak satu pekan ini, kata Roni, sudah ada pegawai di dua dinas yang telah terpapar virus Corona. Maka, penerapan protokol kesehatan harus lebih ditingkatkan di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

"Protokol kesehatan perlu diterapkan di sana (tiap kantor Dinas). Kalau ada yang terpapar, seluruh yang bersentuhan langsung dengan pasien itu harus diswab," jelasnya.

Meski demikian, Roni meminta agar pelayanan terhadap masyarakat tetap dibuka dengan cara apapun dan tetap memperhatikan keselamatan warga.

"Layanan ke masyarakat tidak boleh berhenti. Apapun kondisinya, layanan tidak boleh berhenti," tukasnya. (Son/TN1)

Komentar