Jum`at, 4 April 2025

Dianggarkan Puluhan Miliar, Jalan Nasional di Kabupaten Rusak Lagi

Kondisi jalan Soekarno - Hatta tepatnya di perempatan Sumurbuang, Kabupaten Lebak. (Foto: TitikNOL)
Kondisi jalan Soekarno - Hatta tepatnya di perempatan Sumurbuang, Kabupaten Lebak. (Foto: TitikNOL)

LEBAK, TitikNOL - Buruknya penanganan Jalan Nasional di Wilayah Kabupaten Lebak, mendapat kritikan tajam dari Aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kabupaten Lebak.

Judin Sutisna, Koordinator Badan Koordinasi LSM Kabupaten Lebak mengatakan, pada 2020 Kementerian PUPR melalui PPK Pelaksana Jalan Nasional Wilayah 1 Banten, mengalokasikan Rp49 miliar untuk kegiatan Preservasi Jalan Pandeglang - Rangkasbitung - Cigelung.

Sementara di 2021, kegiatan Preservasi jalan itu kembali dianggarkan dengan pagu sebesar Rp18 miliar lebih dan dilaksanakan oleh Kontraktor PT.Lumbung Pinayung Riaqi.

"Jika dihitung dari umur jalan sangat tidak realistis. Baru setahun dibangun, kondisinya sudah rusak dan malah dianggarkan kembali," ujar Judin Sutisna Minggu, (21/03/2021).

Menurut Judin, pihak penyelenggara Jalan Nasional Wilayah I Banten, hendaknya cermat dalam melakukan pengawasan dan penganggaran, sehingga dalam pelaksanaannya tidak terkesan aji mumpung dan hanya memboroskan anggaran.

"Coba lihat jalan dalam Kota Rangkasbitung, katanya Kabupaten Lebak, sudah tidak lagi menyandang predikat sebagai Kabupaten Tertinggal, sebagaimana yang tertuang dalam Keputusan Menteri Desa PDTT Nomor 79 Tahun 2019, tentang Penetapan Kabupaten Daerah Tertinggal yang terentaskan tahun 2015-2019. Faktanya, jalan dalam Kotanya saja amburadul. Jelas ini menjadi potret buruk kinerja PPK Jalan Nasional Wilayah 1 Banten," terangnya.

Dilain pihak, kritik pedas juga disampaikan Ketua MPD LSM APMB Kabupaten Lebak, Hendi Sumarna. Menurutnya, penyelenggara Jalan Nasional seharusnya memberikan contoh terhadap Pemerintah Daerah dalam menangani jalan.

"Ini sangat lucu, anggaran ratusan miliar, tapi kualitas dan kuantitas hasil pekerjaannya tidak memperhitungkan standar mutu dan umur jalan. Yang lebih parahnya lagi, dibeberapa titik ruas jalan yang berlobang, sama sekali tidak ada rambu peringatan, padahal peraturannya sudah sangat gamblang, apakah pihak Kementerian PUPR tidak faham aturan, jelas ini tidak bisa dibiarkan," tandas Hendi.

Sementara itu, pantauan TitikNOL, beberapa ruas jalan di Kota Rangkasbitung yang mengalami kerusakan di antaranya jalan lingkar Terminal Mandala, jalan Bypass Soekarno - Hatta, perempatan Sumurbuang, jalan Sunan Kalijaga - Terminal Lama Pasar Rangkasbitung, yang menjadi kewenangan PPK Wilayah I Banten, ruas jalan Pandeglang-Rangkasbitung - Cigelung.

Hingga berita ini dilansir, TitikNOL masih berupaya mendapatkan konfirmasi dari PPK Jalan Nasional wilayah 1 Provinsi Banten. (Gun/TN1)

Komentar