Diduga Curi Air untuk Produksi, Tambang Pasir Setia Purba di Lebak Terancam Dilaporkan Ke Polisi

Lokasi bak air (danau) milik perusahaan tambang pasir Yupiter dari hasil sewa/kontrak, diduga airnya di curi oleh perusahan tambang pasir milik Setia Purba untuk produksi pasir. (Foto: TitikNOL)
Lokasi bak air (danau) milik perusahaan tambang pasir Yupiter dari hasil sewa/kontrak, diduga airnya di curi oleh perusahan tambang pasir milik Setia Purba untuk produksi pasir. (Foto: TitikNOL)

LEBAK, TitikNOL - Manajemen perusahaan tambang pasir darat milik Yupiter, ijin tambang Hendra Gunawan yang berlokasi di Kampung Salak Minyak, Desa Pajagan, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak akan melaporkan kasus dugaan pencurian air yang dilakukan oleh perusahaan tambang pasir darat milik Setia Purba.

Pasalnya, manajemen lokasi tambang pasir darat milik Yupiter mengaku dirugikan oleh perusahaan tambang pasir Setia Purba, yang beroperasi berdampingan dengan lokasi tambang pasir milik Yupiter tepatnya di Kampung/Blok Cempaka, Desa Pajagan.

Ditemui di kantornya, Cicih (42) wakil pimpinan perusahaan tambang pasir milik Yupiter mengatakan, lokasi tambang pasir Setia Purba diduga sudah lama melakukan pencurian air milik perusahaannya dari hasil sewa/kontrak.

Kata Cicih, lokasi bak (danau) yang digunakan untuk produksi pasir di lokasi tambangnya, hasil sewa/kontrak perusahaan tambang Yupiter dari pemilik lahan bak (danau) yang bernama Hindun Hutabarat.

"Awalnya kami tidak curiga, tapi setelah karyawan kami bernama Ale, Eko dan Gozel pagi tadi sekitar pukul 8.00 WIB. Secara kebetulan melihat ada pipa besi yang terpasang dengan cara ditutupi tanah dan terpal berwarna biru. Panjang pipa itu, lebih kurang tiga meter ditembuskan ke lokasi danau/bak air milik kami. Kemudian setelah dicek dan dipastikan kembali, ternyata benar air yang sudah kami sewa dari pemilik ngalir ke lokasi tambang pasir mereka (lokasi Setia Purba)," ujar Cicih, Sabtu (8/7/2017).

Menurutnya, perbuatan yang dilakukan pihak perusahaan tambang pasir Setia Purba merupakan perbuatan pencurian. Sebab, pipa besi yang dipasang untuk mengalirkan air itu tanpa seijin pihak Yupiter.

Karena itu, Cicih mengaku akan segera melaporkan kasus dugaan pencurian air tersebut kepada pihak Kepolisian Resort (Polres) Lebak.

"Kami akan laporkan kasus ini ke pihak Polres Lebak untuk diproses sesuai hukum, karena kami merasa dirugikan dan saya berharap kasus ini bisa diproses oleh pihak kepolisian,"tukas Cicih.

Ditempat yang sama, Ale (32) salah seorang karyawan lokasi tambang milik Yupiter membenarkan, dirinya bersama tiga rekan kerjanya pertama kali menemukan adanya pipa besi tertutup tanah dan terpal berwarna biru dilokasi kejadian, yang airnya mengalir ke lokasi tambang pasir milik Setia Purba.

"Saya bersama tiga teman saya yaitu, Ukam, Eko dan Gozel sekitar jam 8 pagi tadi yang menemukan adanya pipa itu. Kemudian, kami foto-foto dan melaporkan ke ibu Cicih selaku pimpinan,"ujar Ale.

Terpisah, Purba, pemilik tambang pasir darat yang disebut lokasi usaha tambang pasirnya diduga mencuri air milik lokasi tambang pasir Yupiter.

Saat dihubungi, dirinya membantah jika lokasi usaha tambang pasirnya melakukan pencurian air.

"Enggak ada pak, kita nggak ada mencuri air. Kita ini dari habis libur panjang lebaran baru mau beroperasi, malah lokasi kita sedang banjir. Kita malah lagi buang air,"kilah Purba. (Gun/red)

Komentar