Kamis, 3 April 2025

Direktur PT Cemindo Gemilang Bungkam Soal Tudingan TKA Ilegal di Bayah

Sejumlah Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja di area pabrik milik PT. Cemindo Gemilang, berjalan di salah satu ruas jalan di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak. (Dok: TitikNOL)
Sejumlah Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja di area pabrik milik PT. Cemindo Gemilang, berjalan di salah satu ruas jalan di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak. (Dok: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Direktur Utama PT Cemindo Gemilang Eddy Tioe, tidak merespon saat ditanya terkait keresahan warga di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, soal mulai ramainya Tenaga Kerja Asing (TKA) di wilayah itu.

Dihubungi melalui pesan WhatsApp, Eddy Tioe pun tidak menjawab konfirmasi wartawan soal dugaan TKA ilegal yang bekerja di area pabrik semen merk Merah Putih yang berlokasi di Desa Darmasari, Kecamatan Bayah tersebut. Meski pesan yang dikirimkan kepadanya terbaca, namun tidak ada jawaban dari Eddy Tioe.

Terpisah, Humas PT Cemindo Gemilang Sigit Indrayana, membantah tudingan soal TKA ilegal yang bekerja di area PT Cemindo Gemilang. Menurutnya, pihaknya selalu melaporkan secara rutin kepada instansi terkait soal keberadaan para TKA di Bayah.

"Keberadaan TKA di area pabrik semen PT Cemindo Gemilang di Bayah secara rutin dilaporkan ke instansi terkait," jawab Sigit saat dihubungi wartawan melalui pesan WhatApp, Senin (30//7/2018) kemarin.

Baca juga: TKA Asal Negara China 'Berkeliaran' di Bayah, Warga Khawatir

Dirinya juga memastikan, jika pembinaan dan pengawasan selalu rutin dilakukan oleh instansi terkait seperti Imigrasi dan Disnaker. Pihaknya juga menegaskan, jika para TKA yang bekerja di PT SINOMA selalu dalam pengawasan pihaknya.

"PT Cemindo Gemilang selaku pemilik project, ikut memastikan kontraktor yang bekerja mematuhi aturan normatif, termasuk masalah TKA," tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, menyusul sedang dibangunnya area pabrik baru milik PT Cemindo Gemilang oleh PT SINOMA, sejumlah TKA terlihat berkeliaran di beberapa lokasi di Kecamatan Bayah.

Warga menduga, para TKA itu ilegal sebagian ilegal karena menggunakan visa wisata untuk bekerja di area pabrik tersebut. (Tolib/Gun/TN1)

Komentar