TitikNOL, TANGSEL – Nahas menimpa seorang bocah laki-laki bernama Rasyikul Zafran Kiyoshi (5). Pasalnya, bocah baru gede tersebut jadi korban gigitan monyet di Kawasan Puspitek, Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Informasi yang berhasil dihimpun TitikNOL, Rasyikul Zafran Kiyoshi itu mengalami luka serius dengan 23 titik luka saat diserang monyet dewasa di halaman belakang rumahnya.
Menurut kesaksian orang tuanya, Bambang Wisnu mengatakan, saat itu anaknya digigit monyet ketika sedang bermain Lego di halaman belakang rumah.
"Saat anak saya sedang main di belakang rumah, tiba - tiba langsung diserang dan digigit kedua tangannya. Lukanya cukup dalam dan harus dijahit, darahnya juga banyak,” terang Bambang saat dijumpai dikediamannya Blok VI D, Rt 27/6, Kawasan Puspitek, Setu, Tangsel, Kamis (28/1/2021).
Bambang menjelaskan saat anaknya digigit monyet ketika bermain dengan temannya. Kedua anak tersebut saat main Lego tiba-tiba didatangi monyet besar.
Binatang liar itu, kata Bambang, langsung menggigit anaknya hingga berdarah-darah.
“Sebelumnya kami sudah mendengar ada monyet berkeliaran di sini. Baru kemarin itu, monyet - monyet ini memakan rambutan di area belakang rumah dan menyerang anak saya," jelasnya kepada wartawan.
Informasi yang diperoleh TitikNOL, setelah mengalami gigitan monyet liar tersebut, Rasyikul Zafran Kiyoshi langsung dilarikan di Balai Kesehatan Kawasan Puspitek.
Sementara, Ketua Rt 27/6, Nahdi ketika dikonfirmasi mengatakan, peristiwa korban gigitan monyet dalam satu minggu terakhir telah mencapai tiga orang.
Ketiga korban tersebut, salah satunya Rasyikul Zafran Kiyoshi yang merupakan warganya. Dua korban lainnya, diantaranya satu orang warga Sukamulya, dan perbatasan Citeurep.
“Sudah ada tiga korban gigitan monyet dalam satu minggu terakhir. Satunya warga saya, dua diantaranya warga Sukamulya dan perbatasan Citeurep,”kata Nahdi.
Dengan demikian, terkait adanya peristiwa itu, pihaknya berharap kepada masyarakat untuk waspada terhadap serangan monyet.
Pasalnya, dirinya menduga monyet-monyet yang diduga migrasi dari wilayah Bogor itu sudah berkumpul hingga ratusan ekor. (Don/TN1)