Dua PDP yang Diisolasi di RSDP, Warga Kota Serang

Ilustrasi. (Dok: Jurnalsumatra)
Ilustrasi. (Dok: Jurnalsumatra)

SERANG, TitikNOL - Kepala Humas Rumah Sakit Umum Daerah Prawiranegara (RSDP) Serang Khoirul Anam mengungkapkan dua Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang masuk ruang Isolasi merupakan warga asal Kota Serang.

Menurutnya, PDP yang ke empat ini berjenis kelamin laki-laki (35). Pasien harus mendapatkan perawatan di ruang islolasi karena mengeluhkan sakit demam, batuk dan dimasukan dalam kriteria berdasarkan rontgen.

Sedangkan PDP yang ke lima ini berjenis kelamin perempuan (48). Pasien ini memiliki riwayat perjalanan ke Depok pada tanggal 10 Maret 2020. Pasien dirawat di ruang Isolasi karena mengeluhkan demam, infeksi paru dan kelainan gula darah.

"Keduanya asal Kota Serang. PDP 4 laki-laki, keluhan demam, batuk umur 35, dimasukkan kriteria berdasarkan rontgen. PDP 5 perempuan, keluhan demam, infeksi paru dan kelainan gula darah, umur 48, ada riwayat ke depok tanggal 10 Maret 2020," katanya melalui pesan singkat, Jumat, (20/03/2020).

Untuk menangani kasus virus Corona yang sudah menjadi pandemi di Indonesia, Anam mengaku RSDP Serang telah mengubah Pavilliun Muzdalifah menjadi tempat perawatan paaien Covid 19.

Sehingga, RSDP saat ini memiliki 14 ruangan untuk merawat PDP. Hal itu dilakukan RSDP sebagai Rumah Sakit (RS) rujukan penanganan virus Corona dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada pasien yang terindikasi Covid 19.

"Sekarang RSDP merubah Pavilliun Muzdalifah menjadi tempat perawatan pasien Covid. Info terbaru semua ruangan sudah bisa dipakai jadi ada 11 ruangan. Secara total RSDP ada 14 ruangan yg dapat digunakan," jelasnya.

Jika ada pasien yang positif virus Corona di RSDP Serang, kata Anam, pihaknya akan berupaya melakukan semaksimal mungkin dalam merawat pasien. Apabila tidak dapat ditangani, pihaknya akan merujuk pasien ke Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Suroso Jakarta.

"Selama masih bisa kami lakukan perawatan, kami lakukan di RSDP. Tetapi kalau perlu dirujuk, akan kami rujuk. Ini sama seperti penyakit-penyskit yang lain," terangnya. (Son/TN1)

Komentar