SERANG, TitikNOL - Langkanya tabung gas elpiji tiga kilogram ternyata berdampak pada maraknya aksi kejahatan. Salah satunya menimpa sejumlah warung dan lapak pedagang di Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang.
Warung dan lapak pedagang itu dibobol maling dan gas elpiji yang tersimpan di dalamnya raib digondol maling. Bahkan peristiwa ini terjadi secara berturut-turut.
Wendy, seorang pemilik toko jus buah yang berlokasi di Jl. Raya Serang - Jakarta, Km. 9,5, Desa Citerep, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, mengaku telah menjadi korban aksi pembobolan.
"Saya baru tahu pagi ini, lapak saya dibongkar maling. Ada beberapa barang yang hilang. Alhamdulillah blender dan speaker aktif saya bawa pulang sebelumnya," katanya, Selasa (22/12/2020).
Tak hanya Wendy, kejadian serupa juga menimpa tetangga sebelahnya yang hingga kini bahkan belum tahu jika tempat usahanya telah dimasuki pencuri.
"Nah yang di sebelah sana (Lapak usaha Es Capcin) di pelataran parkir Alfa Midi, itu yang kena banyak. Blender, kompor dan tabung gas 3 kilogram," ungkapnya.
Aksi pencurian ini pun terjadi berturut-turut hanya selang beberapa hari berdampingan dengan usaha milik Wendy. Angkringan Mas Kodit juga menjadi korban aksi maling yang meresahkan para pedagang. Namun, peristiwa serupa terjadi pada hari sebelumnya, yakni di tanggal 21 Desember 2020.
"Di lapak saya, tempat penyimpanan gas dan kompor dibobol engselnya. Nampaknya penjahatnya orang yang sama yang telah membongkar lapak Wendy dan Capcin. Saya kehilangan 2 buah tabung gas 3 kilogram," kata Rizki, pemilik Angkringan Mas Kodit, ditemui di tempat usahanya sore ini.
Hingga saat ini, para korban mengaku belum melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian, karena belum sempat karena aktivitas sehari-hari. (Gat/TN1)