Hari Santri Nasional

Hari Santri Nasional, Ulama dan Umaro Harus Bersatu

KH. Padma Nudin MS, pimpinan pondok pesantren Nurul Iman saat dimintai keterangan oleh wartawan. (Foto: TitikNOL)KH. Padma Nudin MS, pimpinan pondok pesantren Nurul Iman saat dimintai keterangan oleh wartawan. (Foto: TitikNOL)

LEBAK, TitikNOL - KH. Padma Nudin MS, pimpinan pondok pesantren Nurul Iman yang berlokasi di Kampung Malang Nengah, Kelurahan Cijoro Pasir, Kecamatan Rangkasbitung mengatakan, hari santri nasional perlu dukungan semua pimpinan pondok pesantren dan para santri serta masyarakat secara nasional.

Sebab, hari santri nasional yang dicanangkan satu tahun lalu oleh presiden Joko Widodo di Mesjid Istiqlal, sebagai wujud adanya persatuan dan kesatuan antara ulama dan Umaro (pemerintah).

"Ulama dan Umaro harus bersatu, tidak boleh dipisah-pisahkan, itulah makna dari hari santri. Jika santri, kyai, ulama mendukung umaro (pemerintah), Insya Allah akan sinkron dan perjalanan Negara ini akan baik," ujar KH. Padma panggilan akrabnya saat berbincang dengan TitikNOL di kediamannya, Kamis (20/10/2016).

Terpisah, Wahyu (23), salah seorang santri di Pondok Pesantren Nurul Khasanah, Rangkasbitung pimpinan KH. Saepudin menuturkan, dirinya bersama belasan santri dan santriwati salafiyah ponpes Nurul Khasanah, merasa bersyukur atas pencanagan hari santri nasional oleh pemerintah.

"Intinya kami sebagai santri merasa bersyukur bahwa sejak jaman perjuangan sampai sekarang ini, hari santri sudah dicanangkan oleh pemerintah pada setiap tanggal 22 Oktober. Artinya, pemerintah mengakui keberadaan dan kiprah pondok pesantren dan para santri. Ini kemenangan buat pondok pesantren, para santri dan Islam,"pungkas Wahyu. (Gun/Rif)

Komentar