ICW dan Truth Soroti Kunker DPRD Tangsel

Ilustrasi. (Dok: Tilik)Ilustrasi. (Dok: Tilik)

TANGSEL, TitikNOL - Kunjungan kerja keluar daerah yang dilakukan anggota DPRD Tangerang Selatan (Tangsel) pasca pemilu 2019 mendapat perhatian dari kalangan pegiat anti korupsi. Kunker dewan Tangsel itu kini tengah disoroti Indonesian Corruption Watch (ICW) dan Tangerang Public Transparency Watch (TRUTH).

Deputi Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW), Ade Irawan mengatakan, ICW tengah melakukan pemantauan melalui jaringan ICW di Tangsel. Menurut Ade, Truth disebut sebagai salah satu jaringan ICW yang tengah melakukan pemantauan dan riset.

"Jaringan ICW di Tangsel temen-temen Truth, mereka juga yang banyak tahu duduk perkara pemerintahan Tangsel. Karena mereka melakukan pemantauan dan riset di Tangsel, ICW pun sebagian besar informasi di Tangsel berasal dari Truth. Jadi penjelasannya, mereka akan jauh lebih mendalam," kata Ade Irawan, Selasa (29/4/2019).

Ketua koordinator Truth, Aco Ardiansyah, menyesalkan ulah dewan di Tangsel saat melakukan kunker keluar kota pasca pemilu 2019. Aco menyebut, seharusnya anggota dewan sudah fokus bekerja untuk masyarakat diakhir tahun jabatannya.

"Harusnya anggota dewan juga sudah fokus bekerja untuk masyarakat, menyelesaikan pekerjaan rumah (PR) mereka yang tersisa, bukan lagi kunjungan kerja," terang Aco Ardiansyah.

Truth meminta DPRD Tangsel harus mempublikasikan setiap kunjungan kerjanya kepada masyarakat. Sebab, kunker yang dilakukan anggota dewan anggarannya yang digunakan adalah anggaran masyarakat Kota Tangsel.

"Setiap kunjungan kerja anggota DPRD harus dipublikasi kepada masyarakat, apa yang didapatkan dari kunjungan kerja tersebut. Sebab anggaran yang digunakan adalah anggaran masyarakat Kota Tangsel. Jangan sampai kunjungan kerja ini cuma dalam rangka jalan-jalan saja pasca pemilu yang menguras banyak pikiran," bebernya.

Dalam raport merah Truth, DPRD Tangsel belum mampu menunjukkan kinerjanya selama lima tahun. Itu terlihat dari fungsi DPRD, fungsi legislas dari jumlah Perda yang dibuat DPRD Tangsel masih minim.

Selain itu, fungsi budgetting dalam penganggaran yang juga belum jelas berdampak kepada masyarakat Tangsel, serta fungsi pengawasan DPRD yang belum pernah menonjol.

Seperti diberitakan sebelumnya, anggota DPRD Tangsel melakukan kunker pasca pemilu 2019. Kunjungan itu dilakukan oleh seluruh alat kelengkapan dewan DPRD Tangsel, sejak Sabtu (27/4/2019) lalu. (Don/TN1).

Komentar