Sabtu, 5 April 2025

Ini Pengakuan Pemosting Foto Pertemuan Ratu Ati dan Relawan di Gedung Pemkot

Anggota DPRD Kota Cilegon, Ayatullah saat memberikan keterangan kepada awak media di Kantor Bawaslu Kota Cilegon. (Foto: TitikNOL)
Anggota DPRD Kota Cilegon, Ayatullah saat memberikan keterangan kepada awak media di Kantor Bawaslu Kota Cilegon. (Foto: TitikNOL)

CILEGON, TitikNOL - Sekda Kota Cilegon Sari Suryati dan dua Anggota DPRD Kota Cilegon dari Fraksi Golkar Isro Mi'raj dan Ayatullah Khumaeini, hari ini memenuhi panggilan Bawaslu Kota Cilegon.

Ketiganya dimintai keterangan terkait dugaan penggunaan fasilitas negara yakni ruangan Wakil Wali kota Cilegon yang dijadikan tempat pertemuan Ratu Ati Marliati dengan tim relawan pemenangan untuk Pilkada Cilegon 2020.

Usai menjalani pemeriksaan di Bawaslu Kota Cileggon, Isro Mi'raj yang juga Ketua Relawan Ratu Ati Marliati (RAM) mengatakan, bahwa pertemuan masyarakat Samangraya dengan Ratu Ati Marliati di ruang Wakil Wali kota Cilegon beberapa waktu yang lalu hanya sebatas silaturhami biasa antara masyarakat dengan wakil kepala daerah.

"Yang pertama itu hanya silaturahmi antara masyarakat dengan wakil kepala daerah, kedua ada aspirasi tentang debu yang diduga dari PT. Krakatau Posco agar perusahaan turun langsung ke lingkungan masyarakat," kata Isro, Kamis (6/8/2020).

Baca juga: Ratu Ati Bertemu Relawan di Kantor Pemkot Cilegon, Bawaslu Panggil Para Pihak

Adapun terkait foto dirinya bersama masyarakat Samangraya dan Ratu Ati Marliati di ruang Wakil Wali kota Cilegon yang menyulurkan tangan, menurutnya hanya spontan dan tidak ada yel-yel mendeklarasikan.

"Dan saya berani katakanlah bertanggung jawab, baik secara hukum dan tuhan yang maha esa. Sekali lagi saya katakan tidak ada yel-yel apapun di situ yang bersifat mendeklarasikan diri dan mendukung seperti mendeklarasikan biasanya," ujarnya.

Sementara itu, Ayatullah Khumaeini mengaku khilaf atas caption foto yang ia posting di akun facebooknya. Dia juga mengatakan, bahwa caption foto dengan pertemuan itu berbeda dan tidak ada kaitannya dengan deklarasi.

"Caption dengan pertemuan itu berbeda, jadi memang apa yang saya katakan bahwa memang pada saat pertemuan tidak membahas baik deklarasi maupun pendukungan. Mungkin saya khilaf karena baru kali ini saya main facebook, mudah-mudahan ke depan saya akan lebih berhati - hati, ini jadi pelajaran buat saya," tuturnya. (Ardi/TN1).

Komentar