Isu Gratifikasi Merebak di Dermaga PT Cemindo, KTP Minta Mabes Polri Bersikap

Ilustrasi gratifikasi. (Dok: jsdjgs)Ilustrasi gratifikasi. (Dok: jsdjgs)

LEBAK, TitikNOL – Komisi Transparansi dan Partisipasi (KTP) Kabupaten Lebak, menemukan informasi mengejutkan mengenai perputaran uang dalam proses bongkar muat di dermaga khusus milik PT Cemindo Gemilang di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak.

Dikatakan Komisioner KTP Lebak Agus Ider Alamsyah, uang yang dihasilkan dari proses bongkar muat itu mengalir ke sejumlah oknum tertentu di Kecamatan Bayah, dengan nilai yang sangat fantastis.

Menurut Agus, adanya jatah yang diberikan oleh pengelola dermaga ke sejumlah oknum tertentu sudah menjadi rahasia umum.

Baca juga: Perputaran Uang di Dermaga Cemindo Mirip 'Uang Setan'

"Informasi adanya perputaran dan aliran uang kepada sejumlah oknum tertentu yang nilainya cukup fantastis itu sudah bukan rahasia umum. Ini terjadi di dermaga Cemindo,” ujar Agus kepada wartawan, Jumat (29/7/2016).

Agus pun meminta, agar aparat penegak hukum mengusut tuntas perihal adanya pembagian jatah uang, yang berasal dari proses bongkar muat di dermaga milik pabrik semen merah putih itu.

“Ini harus diusut tuntas oleh pihak penegak hukum. Sebab, kami meyakini uang itu yang infonya dikoordinir oleh seseorang adalah merupakan uang suap atau gratifikasi, karena diduga kuat mengalir kepada oknum-oknum tertentu," tukasnya.

Agus yang juga warga di Lebak Selatan meminta, agar Mabes Polri dan Kejaksaan Agung turun langsung ke lapangan untuk membongkar proses suap dan gratifikasi dalam proses bongkar muat di dermaga.

“Kami berharap Mabes Polri atau Kejaksaan Agung untuk turun melakukan penyelidikan dan mengusut tuntas hal tersebut,” pungkasnya. (Gun/red)

Komentar