Sabtu, 5 April 2025

Jalan Lingkar Selatan Cilegon yang Betonnya Retak-retak Mulai Diperbaiki

Wali Kota Helldy Agustian, Sekretaris Daerah (Sekda) Maman Mauludin dan para pejabat di lingkungan Pemkot Cilegon saat memantau perhatikan JLS. (Foto: TitikNOL)
Wali Kota Helldy Agustian, Sekretaris Daerah (Sekda) Maman Mauludin dan para pejabat di lingkungan Pemkot Cilegon saat memantau perhatikan JLS. (Foto: TitikNOL)

CILEGON, TitikNOL - Jalan Lingkar Selatan(JLS) Cilegon yang rusak dengan kondisi betonnya retak-retak mulai diperbaiki sementara.

Wali Kota Helldy Agustian, Sekretaris Daerah (Sekda) Maman Mauludin dan para pejabat di lingkungan Pemkot Cilegon, turun langsung ke lapangan memantau proses perbaikan jalan tersebut.

"Ini perbaikan sementara saja," kata Wali Kota Cilegon Helldy Agustian, Jumat (4/3/2022).

Sejak rampung dibangun pada 2013, JLS menjadi jalur utama menuju kawasan wisata Anyer. Kerusakan jalan itu tercatat di 10 titik baik arah ke Anyer maupun Cilegon. Kerusakan terparah berada di KM 14 arah Cilegon.

Perbaikan sementara ini karena pelaksanaannya belum masuk tahun anggaran. Untuk itu, Helldy berkirim surat ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat agar mendapatkan hibah yang nantinya akan digunakan untuk perbaikan jalan.

"Kami sudah berkirim surat, setelah kami mengadakan rapat dengan balai, surat kami tertanggal 27 Januari kami tujukan untuk usulan penanganan ruas jalan Aat-Rusli Kota Cilegon, rencana umum, rencana Dirjen Bina Marga karena ini adalah Kawasan Ekonomi Khusus akses menuju objek vital kemudian menuju industri petrokimia, menuju pelabuhan nasional, kawasan pariwisata Anyer," ujarnya.

Helldy mengungkapkan, penanganan jalan menuju kawasan wisata pantai Anyer ini akan dilakukan secara maraton. Sebabnya, kerusakan jalan hingga kondisi beton retak-retak diakibatkan over tonase khususnya truk tambang.

"Salah satu penyebab JLS ya itu over tonase kemudian banyaknya pasir-pasir basah yang notebene airnya kan ini, terlalu berat dah intinya itu," katanya.

Sementara itu, Sekda Kota Cilegon Maman Mauludin meminta kepada masyarakat ikut serta memelihara jalan dan mematuhi aturan yang ada.

"Contohnya, kapasitas jalan di kita itu 8 ton sehingga masyarakat juga harus tahu. Masyarakat pengguna baik itu misalkan di sekitar JLS itu ada pengusaha galian, tambang kemudian juga kawasan industri kita harus ada kesepakatan barangkali untuk pemeliharaan itu dan juga pembatasan penggunaan over kapasitas, over tonase, sumbu yang digunakan juga, kendaran, sehingga bebannya tekanan-tekanan terhadap jalan itu masih bisa ditoleransi," ungkap Maman.

"Selama ini yang jelas secara aturan bahwa kita itu kapasitas jalan kita itu 8 ton, jadi saya mohon perhatian kepada masyarakat pengguna," pungkasnya. (Ardi/TN3).

Komentar