Jalur Terputus, Proses Evakuasi Korban Longsor di Lebak Terhambat

Anggota TNI yang sedang membawa anak di bawah umur untuk dibawa ke tempat pengungsian di Desa Banjar Irigasi Kecamatan Lebak Gedong. (Foto: TitikNOL)Anggota TNI yang sedang membawa anak di bawah umur untuk dibawa ke tempat pengungsian di Desa Banjar Irigasi Kecamatan Lebak Gedong. (Foto: TitikNOL)
LLEBAK, TitikNOL - Hari ke empat pasca Longsor di Kampung Gunung Julang, Muara, Cinyiru, Desa Cinyiru, Kecamatan Lebak Gedong, anggota TNI dan Polri masih berusaha mengevakuasi warga.

Pantauan TitikNOL pada Sabtu (4/1/2020), terlihat anggota TNI yang sedang membawa anak di bawah umur untuk dibawa ke tempat pengungsian di Desa Banjar Irigasi Kecamatan Lebak Gedong.

Proses evakuasipun terhambat, akibat jalur menuju tiga kampung tersebut terputus oleh longsor.

Anggota TNI dan Polri membuat tenda di atas gunung guna mempermudah proses evakuasi.

Jaya, salah satu warga yang dievakuasi anggota TNI mengaku jika masih banyak warga yang belum dibawa ke posko pengungsian.

"Satu keluarga, keluarga yang hilang gak ada? Rumah miring," katanya kepada TitikNOL.

Prada Yoga, salah satu anggota TNI-AD Yonif 320 Badak Putih mengaku proses evakuasi sedang berjalan dan sudah berlangsung selama tiga hari.

"Proses masih berjalan, evakuasi dari atas sudah mau turun, separo masih ada yang masih bertahan," katanya kepada TitikNOL.

Dirinya juga membenarkan proses evakuasi terhambat akibat jalan yang terkena longsor. Bahkan ia mengaku kasihan terhadap nenek-nenek, anak-anak dan ibu hamil yang sudah tidak mampu berjalan.

"Terhambat akibat jalan longsor terputus, di atas ada anggota yang membantu menyebrang jalan. Posko 3 hari di sana, yang kasihan nenek-nenek yang tidak sanggup berjalan, anak-anak ibu hamil," tukasnya. (Lib/TN1)

Komentar