Jum`at, 4 April 2025

Kadernya Diduga dapat Kekerasan, Kumala Minta Pj Gubernur Pecat Oknum ASN

Mahasiswa saat digelandang keluar ruang rapat paripurna usai menebar rilis. (Foto: TitikNOL)
Mahasiswa saat digelandang keluar ruang rapat paripurna usai menebar rilis. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Kumala mendesak Pj Gubernur Banten untuk memcat oknum ASN yang diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap kadernya yang orasi di ruang rapat paripurna HUT Banten ke 22.

Padahal, teriakan yang disampaikan merupakan kritikan dan menebar rilis. Dugaan tindakan kekerasan itu pada saat kedua mahasiswa digelandang ke luar ruangan rapat paripurna.

Baca juga: Orasi Saat Paripurna HUT Banten ke 22, Dua Mahasiswa Diamankan

Sekertaris Umum Kumala, Misbah mengatakan, dugaan tindakan kekerasan itu berdasarkan laporan dari kedua kadernya usai dibebaskan. Selain itu, pihaknya memegang bukti video dugaan tindakan kekerasan.

"Tragedi yang sangatlah tidak etis karena diduga telah melakukan pemukulan kepada salah satu kader Kumala pada saat menaburkan rilis saat rapat paripurna berlangsung di gedung DPRD Banten, " katanya, Rabu (5/10/2022).

Ia menegaskan, seharusnya dugaan tindakan tersebut tidak terjadi. Sebab mahasiswa memiliki fungsi untuk mengontrol pemerintahan.

Apalagi dugaan tindakan kekerasan ini diduga dilakukan oleh oknum ASN yang memiliki tugas sebagai pelayan rakyat.

"Peranya mengayomi atau menaungi ide gagasan yang di miliki oleh pemuda terhadap perubahan dan seharusnya ia lebih paham dan lebih mengerti terkait dengan peran pemuda yang kritis terhadap lingkungan sosial, bukan malah melakukan tidakdan yang di luar dari pada nilai-nilai intelektual," tegas Misbah.

Baca juga: Kumala Demo Bakar Ban di Gerbang DPRD Banten Tuntut Pembebasan Dua Temannya yang Ditahan

Oleh karena itu, Kumala mendesak kepada oknum ASN agar meminta maaf karena telah melakukan tidakan yang tidak memanusiakan manusia dan tidak menghargai nalar kritis yang di miliki pemuda.

Selanjutnya mendesak Ketua DPRD Provinsi Banten untuk segera mengevaluasi pegawai internal Sekretariat DPRD Provinsi Banten atas kejadian yang sudah merusak citra legislatif.

"Meminta Pj Gubernur Banten untuk memecat oknum ASN karena sudah merusak citra pemerintahan," jelasnya. (TN)

Komentar