Kapolda: Kirab merah putih, tangkal disintegrasi Bangsa

Suasana peringatan sumpah pemuda ke-90 2018 dengan tema 'Kirab Merah Putih' di Alun-alun Barat, Kota Serang. (Foto: TitikNOL)
Suasana peringatan sumpah pemuda ke-90 2018 dengan tema 'Kirab Merah Putih' di Alun-alun Barat, Kota Serang. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Kapolda Banten Brigjen Pol Teddy Minahasa Putra memimpin langsung peringatan sumpah pemuda ke-90 2018 dengan tema 'Kirab Merah Putih' di Alun-alun Barat, Kota Serang. Melalui acara tersebut, Kapolda berharap acara tersrebut dapat merekat NKRI di tengah maraknya upaya disintegrasi bangsa.

"Memang Polda menginisiasi acara Kirab Merah Putih ini. Latar belakangnya adalah bergulir isu kontemporer tentang kasus di Garut yakni pengibaran bendera HTI, kemudian dipelintir oleh sebagian golongan tertentu seolah oleh itu isu yang dibakar adalah bendera sakral agama tertentu," kata Kapolda Banten Brigjen Pol Teddy Minahasa Putra, Selasa (30/10/2018).

Dalam konteks Sumpah Pemuda, Kapolda menegaskan kembali bahwa bangsa Indonesia lahir dan didirikan atas kesepakatan oleh tokoh ulama dan pemuda. "Satu konteks kebangsaan yaitu bangsa Indonesia, satu konteks tanah air Indonesia, dalam konteks bahasa persatuan bahasa Indonesia," ujar Kapolda.

Melalui acara tersebut, Kapolda juga berupaya mengetuk hati para pemuda untuk bersama-sama menjaga NKRI. "Apabila ada upaya menggantikan pancasila, para pemuda saya ketok hatinya untuk bangkit melawan itu semua," kata Kapolda.

Senada dikatakan Ketua DPRD Provinsi Banten Asep Rahmatullah, ia berharap dengan momen refleksi sumpah pemuda ini kebangsaan dan persatuan semakin utuh.

Selain itu ia pun mengajak kepada masyarakat terutama kaum muda bersama-sama berperang melawan rongrongan hoax dan upaya memecah belah bangsa.

"Kita satukan tekat kita untuk menjaga NKRI." katanya. (TN2)

Komentar