Kapolres Serang Cek Kesiapan Personel Operasi Ketupat Maung 2021

SERANG, TitikNOL - Kapolres Serang AKBP Mariyono didampingi Kabag Sumda Kompol Andie Firmansyah melakukan kegiatan pengecekan Pos Pengamanan (Pospam) Operasi Ketupat Maung 2021 di 5 titik di wilayah hukum Polres Serang.

Selain mengecek kesiapan personel yang bertugas serta kebersihan dan kerapihan pospam. Dalam kunjungannya, Kapolres juga memberikan bingkisan bahan makanan kepada petugas yang melaksanakan tugas.

"Kunjungan ke pos-pos pengamanan ini dilaksanakan guna melihat kesiapsiagaan petugas di lapangan, sekaligus memberikan apresiasi dan memotivasi agar petugas senantiasa ikhlas bekerja memberikan pelayanan kepada masyarakat," kata AKBP Mariyono, Kamis (6/5/2021).

Kepada seluruh personil yang bertugas, AKBP Mariyono mengingatkan kepada personil yang bertugas untuk selalu waspada. Kapolres mengingatkan seluruh anggota Polri ataupun TNI untuk menggunakan pelindung badan (body protector/vest) untuk mengantisipasi segala ancaman teror.

"Tingkatkan kepekaan, kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam melaksanakan pengamanan dari kemungkinan terjadinya aksi teror. Berikan edukasi terkait larangan mudik oleh pemerintah atau memutarbalikan kendaraan sehingga tidak menimbulkan kontraproduktif. Antisipasi pemudik menjelang Hari raya Idul Fitri agar tidak terjadi kasus tren lonjakan Covid-19," ungkap Kapolres.

Kapolres menjelaskan dalam Operasi Ketupat Maung 2021, pihaknya menerjunkan 525 personel gabungan yang bersiaga di lima lokasi posko penyekatan arus mudik lebaran di perbatasan wilayah Kabupaten Serang dan Tangerang serta gerbang tol Cikande dan Ciujung.

AKBP Mariyono mengatakan, 525 personel gabungan tersebut terdiri dari 232 personel polisi, 100 TNI serta instansi samping lainnya sebanyak 193, diantaranya Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan PMI.

"Dari 5 titik ini, jalur Simpang Asem diprediksi paling padat. Karena wilayah ini daerah industri dalam pelaksanaannya nanti kami akan pilah-pilah. Bagi warga warga Tangerang yang bekerja di Serang atau sebaliknya, kita ijinkan keluar masuk sepanjang ada surat keterangan. Tapi kalau untuk pemudik akan diputar balik," kata Mariyono. (HR/TN1)

Komentar