SERANG, TitikNOL - Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Serang, telah menangani 14 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak sejak enam bulan terakhir.
Kepala Dinas DP3AKB Toyalis mengatakan, dari 14 kasus tersebut, delapan di antaranya merupakan kasus pemerkosaan terhadap perempuan dan anak.
"Umurnya ada yang 6 tahun, yang paling kecil ada 4 tahun dan paling besar 11 tahun," katanya saat ditemui di ruang kerjanya Rabu (10/7/2019).
Menurutnya, kekerasan pada perempuan dan anak cenderung dilakukan oleh orang-orang terdekat dari korban seperti tetangga bahkan anggota keluarganya sendiri.
Ia menuturkan, kekerasan pada perempuan dan anak terjadi dipicu oleh faktor lingkungan, salah pergaulan hingga pemahaman terhadap noma- norma agama yang minim.
"Faktor lingkungan, kalau anak-anak pengaruh dari Handphone liat film gitu," ujarnya.
Toyalis menuturkan, bahwa data tersebut merupakan hasil dari laporan pihak keluarga korban. Ia menduga, kemungkinan besar masih banyak korban perempuan dan anak yang tidak melaporkan kepada pihaknya, karena tidak jarang keluarga korban ditekan dengan ancaman oleh pelaku.
Untuk mengatasi dan menekan angka kekerasan pada perempuan dan anak, Toyalis mengaku telah membentuk Pusat Pendidikan Keluarga (PUSPAGA) sebagai upaya pencegahan dini.
"Jadi kami selalu mendapatkan laporan setelah kejadian dan kami membantu anak (korban) itu sampai pemulihan serta yang menanganinya nanti ada dari psikolog sama pendidikan untuk anak," pungkasnya. (Son/TN1)