Kecewa Dengan Pemkot Cilegon, 3.000 Warga Korban Gusuran Nyatakan Golput di Pemilu 2019

Warga korban gusuran di Cikuasa Pantai dan Kramat Raya yang akan golput Pemilu 2019Warga korban gusuran di Cikuasa Pantai dan Kramat Raya yang akan golput Pemilu 2019

CILEGON,TitikNOL - Warga korban gusuran di Cikuasa Pantai dan Kramat Raya, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon menyatakan akan golput dalam Pemilu 2019. Jumlah pemilih di dua wilayah ini kurang lebih mencapai 3.000 pemilih.

Pernyataan akan golput itu bukan tanpa alasan. Warga korban gusuran merasa kecewa lantaran tidak ada kejelasan soal ganti rugi dari Pemerintah Kota ( Pemkot ) Cilegon. Padahal, mereka telah dinyatakan menang oleh pengadilan dan Pemkot Cilegon wajib mengganti rugi.

Mereka digusur oleh Pemkot Cilegon pada Agustus 2016 lalu, dua tahun lebih warga mengharapkan belas kasih warga lain untuk menyambung hidup mereka.

"Kami mengambil kesimpulan bahwa kami warga masyarakat Cikuasa dan Kramat Raya yang terkena dampak gusur paksa oleh Pemkot Cilegon memutuskan akan golput. Untuk tahun ini tidak ada pemilihan dan kami tidak akan mengindahkan semua aturan pemilihan yang akan datang," ungkap salah seorang warga Cikuasa Pantai, Erik Heriansyah kepada wartawan di lokasi gusuran, Rabu (20/2/2019).

Warga mengaku tidak akan mentolerir apapun lobi-lobi pemerintah untuk tidak golput sampai ada kejelasan soal ganti rugi. Erik menegaskan, keputusan itu diambil memalui musyawarah dengan seluruh warga untuk golput dalam Pemilu 2019 mendatang.

"Mendekati pemilihan ini kami mengambil kesimpulan 3000 jiwa kami warga korban gusuran akan golput. Itu jumlah pemilih, kita ada data itu warga Cikuasa dan Kramat Raya karena ini terdiri dari dua belah kampung," jelasnya. (Ardi/TN2)

Komentar