TANGERANG, TitikNOL - Kelompok terduga teroris jaringan Gorontalo dan Makassar, tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten. Sebanyak 26 terduga teroris tiba di Bandara Soetta pada pukul 13:45 WIB, Kamis (4/2/2021), dengan menggunakan Boeing 737-900 EDR milik maskapai Lion Air.
Pantauan wartawan di lokasi menyampaikan, kedatangan terduga teroris jaringan Gorontalo dan Makasar itu dikawal ketat oleh polisi saat dalam pesawat dan turun dari pesawat Lion Air Boeing 737-900 EDR.
Tampak para terduga teroris saat turun dari pesawat mengenakan borgol, begitu juga kaki para terduga teroris tersebut tidak luput dari borgolan polisi.
Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Rusdi Hartono mengatakan, rombongan teroris itu ditangkap di sejumlah tempat di wilayah Makassar dan Gorontalo, Sulawesi Selatan. Dari total 26 terduga teroris yang dibawa, sebanyak tiga orang merupakan wanita.
Menurut Rusdi, kelompok ini dikenal dengan sebutan Ikhwan Pahuwato yang merupakan kelompok jamaah berafiliasi kepada ISIS.
"Totalnya ada 26 tersangka terorisme, tujuh dari Gorontalo dan 19 orang dari Makassar dan tiga diantaranya merupakan wanita. Kelompok ini dikenal dengan kelompok Ikhwan Pahuwato yang merupakan kelompok jamaah berafiliasi kepada ISIS," terang Brigjen Rusdi Hartono saat di Bandara Soetta, Tangerang.
Menurut Rusdi Haryono, kelompok ini telah mempersiapkan diri melakukan latihan-latihan fisik, latihan beladiri, kemudian juga latihan memanah, latihan melempar pisau dan juga latihan menembak dengan senapan angin.
"Tentunya kelompok ini punya kemampuan untuk merakit bom, dan kelompok ini telah merencanakan kegiatan-kegiatan, antara lain penyerangan kepada Mako Polri kemudian juga penyerangan pada rumah dinas anggota polri dan juga rumah pejabat di Gorontalo," terangnya.
Informasinya yang berhasil dihimpun TitikNOL, kelompok terduga teroris jaringan Gorontalo dan Makassar itu memiliki rencana dan kegiatan yang akan mengganggu stabilitas Kamtibmas di Indonesia.
Pasalnya, kelompok ini disebut memiliki mental untuk melakukan kegiatan bom bunuh diri, salah satunya yang terlibat dalam kelompok ini dikabarkan adalah Rulli Rian Zeke dan Ulfa Handayani. (Don/TN1)