Jum`at, 4 April 2025

Ketua DPRD Banten Curhat Dikeluhkan Minyak Goreng Naik Sama Istri, Mahasiswa: Bohong

Ketua DPRD Provinsi Banten Andra Soni saat naik di mobil komando orasi (Foto: TitikNOL)
Ketua DPRD Provinsi Banten Andra Soni saat naik di mobil komando orasi (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam BEM se-Banten menggelar aksi unjuk rasa di depan DPRD Provinsi Banten.

Mereka menuntut beberapa isu yang dinilai merugikan masyarakat, di antaranya kenaikan BBM, harga minyak goreng, perpindahan Ibu Kota Negara (IKN).

Dalam rangkaian aksinya, mereka membawakan spanduk yang bertulislan kecaman terhadap pemerintah.

Massa meminta DPRD Provinsi Banten menyampaikan tuntutannya ke pemerintah pusat melalui surat resmi.

Massa aksi yang mengenakan almamater kuning berkacamata dan menggunakan pita merah putih di kepala mengatakan, banyak kejanggalan kebijakan pemerintah yang berujung tidak dapat mensejahterakan masyarakat.

Salah satunya kenaikan harga minyak goreng. Padahal kelapa sawit di Indonesia melimpah.

"Kelapa sawit paling banyak, tapi minyaknya kemana? Kita mengutuk keras mafia yang merugikan masyarakat," katanya saat orasi, Kamis (14/3/2022).

Selain itu, mereka meminta pemerintah serius dalam mengusut tuntas mafia minyak goreng.

"Tunda Undang-Undang Ibu Kota Negara, karena tidak strategis. Usut tuntas mafia minyak goreng. Yang kita sampaikan agar diteruskan kepada DPR RI," ucapnya.

Namun, ada kejadian yang menarik saat demontrasi digelar. Massa aksi meneriaki Ketua DPRD Banten Andra Soni bohong saat curhat dikeluhkan kenaikan minyak goreng oleh istrinya.

Kejadian iti saat Andra dan Sekda Banten Al Muktanar menaiki mobil komando untuk menjawab tuntutan mahasiswa.

"Apa yang adik-adik sampai sesuai dengan yang saya alami. Istri saya juga mengeluhkan hal yang sama," ujar Andra Soni.

"Bohong, bohong," timpal massa aksi serempak.

Teriakan itu tak dihiraukan Andra. Politisi Gerindra itu menerangkan tentang mekanisme kebikakan tuntutan yang dibawa mahasiswa.

"Saya dalam rangka mendengarkan aspirasi. Tugas kami melaksanakan apa yang diputuskan pemerintah pusat," paparnya.

Ia mengaku telah menyiapkan surat kepada Presiden untuk meneruskan tuntutan massa aksi.

"Saya telah menyiapkan surat kepada Presiden, bahwa di Banten melalui mahasiswa menyampaikan harapan, tuntutan yang disampaikan," jelasnya. (TN3)

Komentar