Ketum PBNU: Suksesi Kapolri Jangan Persoalkan Suku, Agama dan Asal Daerah

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Kyai Haji Said Aqil Siradj. (Foto: TitikNOL)
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Kyai Haji Said Aqil Siradj. (Foto: TitikNOL)

JAKARTA, TitikNOL - Institusi Polri memegang peranan sangat penting bagi kemajuan negara dan martabat bangsa. Dalam fungsi dan tugasnya, dibutuhkan sosok kepemimpinan yang tidak hanya cakap dan memiliki intelektual, tapi juga piawai serta cerdas dalam memahami dan menangani permasalahan.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Kyai Haji Said Aqil Siradj, di Ciganjur, Jakarta Selatan beberapa waktu.

Kyai Said ikut sumbang saran, terkait pergantian Kapolri pasca Jenderal Idham Aziz pensiun Januari 2021 mendatang.

Menurut Said Aqil, tugas Polri sangat mulia dan berat untuk bisa mengawal dan menjaga keamanan di negara yang memiliki banyak pulau, beragam suku, agama, serta budaya. Maka, dibutuhkan sosok pemimpin yang memiliki kemampuan dalam mengelola perbedaan dan keanekaragaman di tengah masyarakat Indonesia.

Said Aqil menegaskan, seluruh pihak harus menghormati penunjukkan calon Kapolri yang merupakan hak prerogatif Presiden. Atas kewenangannya itu, maka Presiden Jokowi pasti akan memilih calon Kapolri terbaik bagi bangsa Indonesia.

Said Aqil menyebut nama-nama jenderal bintang tiga yang dikenalnya dan kerap berdiskusi di antaranya Wakapolri, Komjen Polisi Gatot Eddy Pramono, Kabaharkam Komjen Polisi Agus Andrianto dan Kepala BNPT, Komjen Polisi Boy Rafli Amar.

Begitu juga dengan Kabareskrim, Komjen Polisi Listyo Sigit Prabowo. Listyo bahkan sudah lama dikenalnya sejak berpangkat AKBP, saat menjabat Kapolresta Surakarta dan sukses menjadi Kapolda Banten. Begitupun dengan mantan Kapolda Metro Jaya, Irjen Polisi Nana Sujana.

Said Aqil menyoroti masih banyak kekurangan di unstitusi Polri saat ini, terutama dalam memahami dan menangani permasalahan. Misalnya saja soal kedisiplinan, karakter, moral, serta akhlak sebagai nilai dan pondasi yang harus ditekankan.

“Polri harus bisa menertibkan dirinya sendiri, untuk bisa menegakkan ketertiban, disiplin dan masyarakat sadar hukum. Prinsip tidak terpengaruh rayuan, ancaman, tekanan serta iming-iming, maka profesionalisme bisa tegak dan dipercaya,” tegas said Aqil.

Hanya saja Said Aqil berpesan, dalam memilih calon Kapolri, Presiden jangan mempersoalkan suku, asal daerah dan agamanya. Siapa yang menjadi pilihan Presiden, ia berharap, aspek moralitas dan integritas harus menjadi syarat mutlak calon Kapolri agar bisa mengemban amanah secara profesional, transparan, dan berlaku adil dalam penegakan hukum tanpa melihat golongan dan status sosial di masyarakat. (TN1)

TAG pbnu
Komentar