SERANG, TitikNOL - Kisah pilu harus dialami Supardi (60) warga Kp. Tegal Sapan, RT 17. RW 2, Desa Petir, Kabupaten Serang harus tinggal di gubuk berdinding sarung.
Yang lebih miris, Supardi dalam keadaan buta dan menderita penyakit komplikasi. Bahkan saat ini kondisinya tidak dapat berjalan normal.
Bahkan untuk buang air besar, dirinya harus dibopong istri atau anaknya di toilet terbuka tanpa ada dinding.
"Sudah lama (tinggal di gubuk). Sakit di mata, badan, kalau kumat kepala sakit, perut kembung saja, katanya saat ditemui di lokasi, Kamis (22/1/2026).
Ia mengaku sudah tidak bisa melihat atau mengalami buta. Sehingga tidak dapat beraktivitas.
"Mata nggak bisa lihat. Tidak bisa aktivitas, di sini saja nggak bocor. Mau jalan masya Allah rasanya berat," ucapnya.
Ia menyatakan terpaksa tinggal di gubuk karena rumahnya bocor ketika hujan turun.
"Rumah bocor. Malam-malam pindah kesini (gubuk), gimana bocor. Rapuh atapnya," paparnya.
Menurutnya, untuk menyembuhkan penyakitnya, sudah pernah berobat dibawa pihak desa.
“Sudah berobat mah, dibawa pihak desa,” tuturnya.
Di tempat yang sama, istri Supardi, Kulsum mengatakan suaminya sudah sakit parah selama 5 tahun.
"Sakit. Kalau dihitung 5 tahun jalan parahnya. Kalau sakitnya tidak parah 7 tahun. Kayaknya komplikasinya, mata gak bisa melihat," ujarnya.
Ia mengaku terpaksa mengevakuasi suami ke gubuk agar tidak kehujanan di rumah karena bocor. Apalagi dirinya harus mencari rezeki untuk kebutuhan makan.
"Rusak rumahnya. Di isi mah di isi. Cuma kalau tidur nyari yang teduh, kadang di gubuk," teranynya.
Ia mengaku belum dapat merenovasi rumahnya akibat terkendala ekonomi. Terlebih lagi hasil kerja serabutannya hanya cukup untuk makan sehari-hari.
“Ekonominya, mungkin miliknya buat makan. Kadang berhuma cuma buat makan saja,” jelasnya. (TN)