Kritisi Kepemimpinan Wahidin - Andika, Mahasiswa Banten Beberkan Hal Ini

Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Silaturrahmi Organisasi Eksternal (FSOE) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanudin (SMH) Banten saat menggelar aksi unjuk rasa. (Foto: TitikNOL)Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Silaturrahmi Organisasi Eksternal (FSOE) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanudin (SMH) Banten saat menggelar aksi unjuk rasa. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Silaturrahmi Organisasi Eksternal (FSOE) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanudin (SMH) Banten, menggelar unjuk rasa mengkritisi 10 bulan kepemimpinan Wahidin Halim-Andika Hazrumy, Senin (12/3/2018).

Dalam aksinya mahasiswa menilai, Provinsi Banten di bawah kepemimpinan Wahidin Halim-Andika Hazrumy masih belum optimal. Menurut mahasiswa, banyak wacana dan janji berbagai bentuk program yang hingga saat ini belum terealisasi.

"Soal Pendidikan Gratis dari SMP-SMA/SMK, jaminan kesehatan untuk warga Banten, pengobatan gratis, menuntaskan pengangguran dan banyak lagi wacana-wacana kelabu lain yang hingga 300 hari ini tidak memberi dampak yang signifikan bagi Rakyat Banten," kata Koordinator aksi Abdul Azis.

Selain itu kata mahasiswa, saat ini janji tersebut telah menjadi luka, wacana telah menjadi omong kosong belaka, pengangguran masih tetap merajalela dan bahkan mendapat prestasi buruk se Indonesia.

"Bahkan selain pengangguran ini, biaya pendidikan tetap mahal serta berbagai problem lainnya membuat masyarakat kembali kecewa karena dusta penguasa. Sebagai rakyat dan juga Mahasiswa kita kecewa dan iba pada masyarakat Banten hingga kini penderitaannya harus ditanggung sendiri," ungkapnya.

Mahasiswa juga menilai belum terlihat satu kinerja yang khas dari Gubernur untuk membuat Banten menjadi provinsi yang maju dan tidak terpuruk seperti sebelum-sebelumnya. Padahal, dari berbagai program dan wacana yang digadangkan saat Kampanye, masyarakat banyak menaruh harapan.

"WH-Andika menjadi juru selamat Banten yang mampu memberi solusi dan inovasi bagi masyarakatnya. Program-program unggulan mangkrak entah kenapa, birokrasi semerawut dan bekerja tidak sesuai dengan Tupoksinya dan dalam penanganan kasus yang melibatkan elite seperti korupsi selalu lamban dan bertele-tele," tegasnya.

Mahasiswa juga menuntut agar Wahidin-Andika segera realisasikan Kesehatan Gratis dengan KTP, tuntaskan gizi buruk di Provinsi Banten, optimalkan pelayanan dan fasilitas kesehatan di Banten, wujudkan pendidikan gratis tingkat SMA-SMK, maksimalkan fasilitas pendidikan, jamin kesehatan guru honorer dan percepat pembangunan jalan 100 kilometer. (Gat/TN1)

Komentar