Jum`at, 4 April 2025

Lahan Pesawahan di Cipanas Tidak Bisa Digarap Akibat Banjir Bandang

Area pesawahan milik para petani yang terdampak banjir bandang. (Foto: TitikNOL)
Area pesawahan milik para petani yang terdampak banjir bandang. (Foto: TitikNOL)

LEBAK, TitikNOL – Banjir bandang yang menerjang sejumlah wilayah di Kecamatan Cipanas pada awal tahun 2020 lalu, berdampak terhadap rusaknya area pesawahan milik para petani di wiyalah itu.

Di area pesawahan Blok Nunggul, blok Kelapa Nunggal dan blok Ranca Omas, Desa Sukasari, Kecamatan Cipanas misalnya. Lahan di lokasi tersebut saat ini sudah tidak bisa lagi ditanami padi. Karena, saluran irigasi yang biasanya menyuplai air untuk tanaman padi hancur dan tertimbun tanah.

"Tidak ada selokan, karena tertutup lumpur dan pasir hingga ketebalan setengah meter bekas banjir bandang," keluh Ketua Kelompok Tani Kelapa Nunggal, Herli kepada TitikNOL, Kamis (19/11/2020).

Menurutnya, para petani sangat berharap adanya perbaikan irigasi atau drainase untuk mengairi pesawahan milik mereka, agar mereka bisa kembali memanfaatkan lahannya untuk bercocok tanam.

"Agar kami bisa bercocok tanam lagi di sawah. Apalagi di musim covid 19 ini tidak banyak usaha yang bisa dikerjakan di kampung untuk bertahan hidup selain bercocok tanam. Sawah yang ada pun tidak bisa kami manfaatkan,” imbuhnya.

Herli pun mengaku jika pihaknya sudah melayangkan proposal permohonan untuk perbaikan irigasi ke Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak agar di anggarkan di tahun 2020. Namun hingga saat ini belum ada informasi kapan proposal yang diajukan direalisasikan.

"Untuk itu kami selaku petani di Kampung Kelapa Nunggal, yang terhimpun dalam kelompok tani, memohon kepada Bupati Lebak dan dinas terkait agar bisa memperbaiki sistem irigasi pesawahan yang ada di kampung kami, agar kami bisa bertahan hidup dengan cara bercocok tanam,” harapnya. (Zal/TN1)

Komentar