Lewat Film Hanya Manusia, Wakapolda Banten Ingatkan Kinerja Profesional Petugas

Wakapolda Banten Brigjen Pol Tomex Kurniawan. (Foto: TitikNOL)Wakapolda Banten Brigjen Pol Tomex Kurniawan. (Foto: TitikNOL)
SERANG, TitikNOL - Berjudul "Hanya Manusia", film garapan produksi Mabes Polri Divisi Hubungan Masyarakat (Humas) ini menggambarkan sikap profesionalitas kinerja petugas kepolisian, dalam mengungkap kasus sindikat perdagangan manusia atau Human Trafficking.

Film dengan genre drama aksi ini, merupakan karya sutradara Tepan Kobain serta penulis naskah Rebecca M. Bath, Monty Tiwa dan Putri Hermansjah.

Di sisi lain, film Hanya Manusia ini dibintangi oleh sederet artis kawakan seperti Prisia Nasution yang berperan sebagai Taruna muda Annisa, Yama Carlos, Lian Firman, Verdi Solaiman, Tegar Satrya, Shenina Cinnamon, Soleh Solihun, Fuad Idris, Nagra Kautsar, Egi Fedly dan Windy Apsari.

Dengan berdurasi 91 menit, film Hanya Manusia ini mengisahkan cerita seorang perwira muda yang harus berbagi waktu antara tugas dan keluarga. Film tersebut menggambarkan, bahwa setiap pekerjaan akan memiliki resiko masing-masing, termasuk seorang penegak hukum.

Konflik dari film ini bermula, ketika Annisa yang merupakan salah satu petugas kepolisian berpindah tugas ke Jakarta Utara dan bertugas di bagian Satuan Reskrim Metro Jaya Utara.

Dimana dikisahkan, bahwa kondisi Wilayah kerja barunya Annisa sedang dalam keadaan darurat perdagangan manusia. Saat itu, Jakarta sedang diteror oleh kasus penculikan anak-anak di bawah umur.

Beberapa korban bahkan ditemukan pihak kepolisian sudah menjadi mayat. Kini, Annisa ditugaskan untuk mengusut tuntas kasus tersebut. Bahkan ironinya, setiap hari selalu ada yang menjadi korban penculikan.

Guncangan mental dan psikologis Annisa menjadi goyah, saat mendengar kabar bahwa adik satu-satunya yang sangat dia sayangi diculik sindikat penculikan. Terlebih ia juga selalu mendapat tekanan dari rekan kerjanya untuk bersikap professional. Sehingga tekanan yang dialami Annisa mulai mencapai titik batas maksimal seorang manusia.

Melalui film tersebut, Wakapolda Banten Brigjen Pol Tomex Kurniawan mengatakan, bahwa film Hanya Manusia menjadi cermin benggala setiap individu petugas kepolisian, untuk bersikap professional dan fokus dalam mengungkap kasus kejahatan.

"Saya kira (Film Hanya Manusia) ini contoh yang baik, terutama penyidik untuk betul-betul profesional. Terutama mengalami penerimaan laporan intens, fokus untuk masyarakat betul-betul dijaga keselamatannya," katanya saat ditemui setelah nonton film hanya manusia di Cinema Max, Jumat (8/11/2019).

Ia menuturkan, tidak menutup kemungkinan seorang petugas mengalami guncangan mental seperti yang dikisahkan taruna muda Annisa. Namun, keamanan dan keselamatan warga merupakan Pilar utama seorang petugas dalam menjalankan tupoksinya.

"Pesan moralnya baik sekali agar masyarakat mewaspadai, hati-hati, buat petugas juga ya memacu bahwa masih banyak yang harus ditindaklanjuti untuk keamanan dan kenyamanan masyarakat," ujarnya.

Di samping itu juga, pihaknya menghimbau masyarakat untuk mewaspadai dalam penjagaan anak terutama dari orang-orang yang tidak dikenal.

"Ini menjadi hal contoh untuk kami mewaspadai bahwa korban seperti ini memerlukan kewaspadaan baik dari orang tua maupun masyarakat sendiri. Kami fokus untuk menjaga keamanan masyarakat Banten. Kami menghimbau saja untuk nonton karena filmnya bagus," tukasnya. (Son/TN1)

Komentar