SERANG, TitikNOL - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam komunitas 30 Soedirman, menggelar aksi unjuk rasa delapan bulan kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Wahidim Halim -Andika Hazrumy di depan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) SMH Banten, Jumat (12/1/2018).
Mahasiswa menilai, kepemimpinan Wahidin - Andika belum maksimal lantaran terlalu lambat dalam menyelesaikan sejumlah persoalan di Provinsi Banten.
Mahasiswi melihat, pasca dilantiknya Wahidin - Andika belum menampakkan hasil kinerja yang masif dan signifikan dalam membuktikan janji kampanye untuk membenahi Banten.
"Dari awal WH - Andika selalu mengemborkan-gemborkan tentang pembenahan dari sisi pendidikan, kesehatan dan insfratuktur. Namun, pada kenyataannya masih banyak keluhan masyarakat soal pendidikan dan lainnya," kata korlap aksi Faqih Hilmi.
Tidak hanya itu, menurut Faqih, tingkat kemiskinan di Provinsi Banten yang meningkat pada September 2017 dari 675,04 jiwa menjadi 699,85 yang artinya naik 24,79 jiwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).
"Kemiskinan masih belum terentaskan di Banten, kita ketahui kemiskinan selalu terus meningkat begitu pun tahun 2017 yang menunjukan kemiskinan masih nampak di Banten," ungkapnya.
Faqih pun menyikapi soal masih tingginya angka putus sekolah di Provinsin Banten.
"Bisa kita lihat bagaimana angka putus sekolah pada tahun 2017 di Banten mencapai 7.783 orang. Pada tingkat Sekolah Dasar mencapai 1.669 orang, Sekolah Menengah Pertama mencapai 1.727 orang, Sekolah Menengah Atas mencapai 1.234 orang dan Sekolah Menengah Kejuruan mencapai 3.153 orang," jelasnya.
"Seharusnya kita sudah harus melihat hasil kerja gubernur Banten Wh - Andika selama delapan bulan ini. Tentu kita sebagai rakyat Banten menginginkan Gubernur yang mampu dan dapat mensejahterakan rakyatnya" lanjutnya.
Para pendemo berharap, Wahidin - Andika memberantas angka putus sekolah di Banten, mengentaskan kemiskinan dan pengangguran di Banten, mampu mengoptimalkan sarana dan prasarana pendidikan di Banten, mewujudkan kesejahteraan guru honorer, memaksimalkan anggaran pendidikan 20%, mewujudkan kesehatan gratis untuk rakyat miskin di Banten serta memaksimalkan anggaran kesehatan, mewujudkan pendidikan gratis di tingkat SLTA serta mewujudkan clean and good goverment di Banten.
Pantauan di lokasi, aksi mahasiswa dikawal ketat petugas kepolisian. Aksi berjalan damai. Usai bergantian berorasi, mahasiswa membubarkan diri. (Gat/red)