Mahasiswa Desak PT Cemindo Tanggung Jawab Atas Dugaan Pencemaran Lingkungan

Aksi unjuk rasa mahasiswa asal Kabupaten Lebak di depan kantor pusat PT Cemindo Gemilang, Gedung Gama Tower, Jalan Rasuna Said, Kuningan Jakarta Selatan Rabu (21/11/2018). (Foto: TitikNOL)Aksi unjuk rasa mahasiswa asal Kabupaten Lebak di depan kantor pusat PT Cemindo Gemilang, Gedung Gama Tower, Jalan Rasuna Said, Kuningan Jakarta Selatan Rabu (21/11/2018). (Foto: TitikNOL)

JAKARTA, TitikNOL - Aksi unjuk rasa mahasiswa asal Kabupaten Lebak di depan kantor pusat PT Cemindo Gemilang, Gedung Gama Tower, Jalan Rasuna Said, Kuningan Jakarta Selatan, terus berlanjut, Rabu (21/11/2018).

Aksi yang ketiga kalinya ini dilakukan untuk meminta pertanggungjawaban PT Cemindo Gemilang terkait dugaan pencemaran lingkungan dan pengoperasian Belt Conveyor yang diduga melebihi batas kebisingan.

Dalam aksi kali ini, mahasiswa diterima audiensi oleh perwakilan PT Cemindo Gemilang. Namun, hasil audiensi tersebut dianggap kurang memuaskan lantaran PT Cemindo Gemilang tidak menjelaskan secara terperinci mengenai dugaan pencemaran lingkungan akibat pembuangan limbah ke aliran kali Cibayawak dan bagaimana pertanggungjawabannya kepada masyarakat yang terkena dampak dari pencemaran lingkungan tersebut.

Baca juga: Dugaan Pencemaran Lingkungan, Mahasiswa Desak Aparat Hukum Adili Bos PT Cemindo

Mahasiswa juga membantah aksi yang mereka lakukan ditunggangi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

"Kami katakan dan tegaskan bahwa aksi demonstrasi yang kami lakukan murni inisiatif dari kami atas adanya ketidakadilan yang di rasakan oleh masyarakat yang terkena dampak dari dugaan pencemaran lingkungan tersebut," ujar Furqan Korlap aksi.

Maka kata Furqan, berkaitan dengan itu Aliansi Mahasiswa Peduli Lingkungan akan terus menyuarakan katidakadilan itu dengan melakukan aksi turun ke jalan kembali pekan depan.

Baca juga: Demo Kantor Pusat, Mahasiswa Desak Pemkab Lebak Cabut Izin PT Cemindo Gemilang

"Sebelum kasus dugaan tindak pidana pencemaran lingkungan dan pengoperasian Belt Conveyor yang diduga melebihi batas maksimal kebisingan tersebut mempunyai kepastian hukum, kami akan terus melakukan aksi demonstrasi," tegasnya. (Gun/TN3)

Komentar