Demo Sumpah Pemuda

Mahasiswa Tagih Janji Gubernur Banten Soal Berobat Gratis Pakai KTP

Aksi demontrasi puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pemuda (Gema) Banten. (Foto: TitikNOL)Aksi demontrasi puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pemuda (Gema) Banten. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pemuda (Gema) Banten, melakukan aksi demontrasi tagih janji politik Gubernur Banten Wahidin Halim.

Dalam rangkaian aksinya, para mahasiswa membakar ban di perempatan lampu merah Ciceri, sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap kepemimpinan Wahidin dan Andika.

Selain itu, mereka juga sempat adu jontos dengan petugas kepolisian karena memblokir dua arus jalan Jenderal Soedirman. Sehingga arus lalu lintas macet dan lumpuh.

Para mahasiswa menilai, pengobatan secara gratis dengan menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang dijanjikan oleh Gubernur Banten hanyalah semu.

Farhan, salah satu massa aksi mengatakan, dengan tidak ditepatinya janji politik seorang Gubernur kepada rakyatnya, hal ini mengindikasikan bahwa Wahidin Halim gagal dalam memimpin Banten.

"Katanya WH akan memperbaiki sistem kesehatan, tapi nyatanya mana? Apakah ada pemberitaan tentang berobat gratis dengan KTP? Tidak ada. Ini kezaliman kawan-kawan," katanya saat berorasi di Jl Jendral Soedirman, Senin (28/10/2019).

Ia menyebutkan, program layanan kesehatan yang telah dijanjikan Wahidin-Andika selama menjadi kepala daerah dinilai omong kosong. Terlebih, hingga sampai saat masih ada sikap diskriminasi pelayanan di tempat pelayanan kesehatan.

"Dimana orang berdasi dapat pelayanan dengan baik, tapi orang yang tidak mampu selalu dipersulit. Apakah ini yang namanya keadilan? Hari ini Banten jauh dari kata adil," ujarnya.

Di samping itu juga, massa aksi menuding Wahidin dan Andika tidak memiliki solusi untuk menunaikan janji pengobatan gratis dengan KTP di Provinsi Banten.

"Apakah berobat gratis di Banten sudah terealisasi kawan-kawan? Masih banyak masyarakat yang sulit mendapatkan pengobatan," tukasnya.

Pantauan di lokasi, sebelum membubarkan diri, massa demontrasi membacakan teks sumpah pemuda sebagai simbol perjuangan dan pemersatu Bangsa. (Son/TN1)

Komentar