Mahasiswa Tuding Dishub Lebak ‘Sarang’ Pungli

Sejumlah mahasiswa dari Kumala, saat berorasi di hadapan pegawai Dishub Lebak. (Foto: TitikNOL)
Sejumlah mahasiswa dari Kumala, saat berorasi di hadapan pegawai Dishub Lebak. (Foto: TitikNOL)

LEBAK, TitikNOL - Belasan mahasiswa yang tergabung di Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala), menuding Dishub Lebak adalah sarang pungli. Hal tersebut mencuat, usai Kumala melakukan aksi unjuk rasa di Halaman Dishub Lebak pada Rabu (29/6/2016).

“Masih banyak permasalahan yang berada di bawah naungan Dishub Lebak yang sampai saat ini belum terselesaikan. Terutama soal berbagai data lapangan yang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan masyarakat. Seperti, tarif transportasi yang tidak tetap,” teriak salah seorang mahasiswa dalam orasinya.

Menurut pendemo, kondisi tersebut, juga dapat terlihat disaat menjelang Hari Raya Idul Fitri. Dimana, banyak oknum sopir angkutan umum yang memasang tarif semaunya. Itu terjadi karena tidak adanya pengawasan dan ketetapan tarif yang dikeluarkan pihak Dishub Lebak. Akibatnya, kenaikan tarif angkutan umum tak dapat dielakan di Kabupaten Lebak.

Jajang, koordinator aksi menyebut, kelayakan kendaraan angkutan umum yang tidak layak pakai juga masih banyak yang beroperasi, sehingga hal tersebut mengancam keselamatan jiwa para penumpang serta pengemudi kendaraan itu sendiri.

Tidak hanya itu, persoalan perparkiran dan angkutan overtonase juga merupakan ladang empuk oknum-oknum petugas Dishub Lebak.

“Sampai saat ini, kami lihat di lapangan masih saja terjadi dugaan pungli pembayaran parkir kendaraan di lahan parkir RSUD Adjidarmo. Kendaraan overtonase juga masih banyak lalu lalang. Kami menduga, kendaraan overtonase bisa melintas dan dibiarkan karena adanya uang receh yang diberikan kepada oknum petugas,” tandasnya. (Gun/rif)

Komentar