Mahasiswi di Banten Minta Setop Kekerasan Dan Diskriminasi Terhadap Perempuan

Puluhan mahasiswi Universitas Sultan Agung Tirtayasa (Untirta) menggelar aksi unjuk rasa di depan kampus Untirta, memperingati hari perempuan internasional. Serang, Senin (11/3/2019). (Foto: TitikNOL)
Puluhan mahasiswi Universitas Sultan Agung Tirtayasa (Untirta) menggelar aksi unjuk rasa di depan kampus Untirta, memperingati hari perempuan internasional. Serang, Senin (11/3/2019). (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Puluhan mahasiswi Universitas Sultan Agung Tirtayasa (Untirta) yang tergabung dalam aliansi forum perempuan untirta bersatu (FPUB), menggelar aksi unjuk rasa di depan kampus Untirta, memperingati hari perempuan internasional. Serang, Senin (11/3/2019).

Dalam aksinya, mereka menuntut agar tindakan kekerasan dan diskriminasi terhadap perempuan segera disetop.

Kiki Rismariyanti, koordinator aksi mengatakan, perempuan harus mendapatkan perlindungan yang khusus dari pemerintah.

"Semakin terasa saat ini Banten tidak ramah terhadap perempuan dengan tidak berfungsinya lembaga sosial yang mengatasnamakan perlindungan perempuan, juga ketidakjelasan payung - payung hukum yang katanya melindungi kaum perempuan terhadap kekerasan seksual," kata Kiki kepada TitikNOL.

Masa aksi juga bersepakat, agar pemerintah menegakkan perda no. 9 tahun 2014 guna perlindungan perempuan dan anak, Tingkatkan pemberdayaan perempuan di banten,Tingkatkan DP2KGP3A dalam penanggulangan kekerasan perempuan di Banten dan Setop labelling pada perempuan. (Tolib/TN1)

Komentar