Mak Wati Tiga Tahun Hidup di Kotak di Pojok Terminal Kalijaga Rangkasbitung

Mak Wati (70) hidup di dalam kotak selama tiga tahun di pojok terminal Kalijaga Rangkasbitung. (Foto: TitikNOL)Mak Wati (70) hidup di dalam kotak selama tiga tahun di pojok terminal Kalijaga Rangkasbitung. (Foto: TitikNOL)

LEBAK, TitikNOL - Sumiati (70) alias Mak Wati mantan pedagang asongan di Stasiun Kereta Api Rangkasbitung, asal Cirebon terpaksa tidur, makan dan BAB di sebuah kotak berukuran 1.5 meter X 1 meter di pojok terminal Kalijaga Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.

Menurut penuturan Mak Wati, ia terpaksa tidur di kotak karena tidak ada tempat tinggal dan sanak saudara. Tempat tidur kasur yang lusuh dan bau apek terpaksa jadi alas. Kalau hujan kebanjiran dan air masuk kedalam kotak yang ia tempati.

"Enggak ada yang peduli, pak" Ucap Mak Wati saat ditemui wartawan, Kamis (26/7/2018) dikawasan Terminal Kalijaga Rangkasbitung.

Melihat kondisi Mak Wati hidup memperihatinkan, Isbath Bahtiar salah seorang warga Rangkasbitung mengaku iba dan kasihan melihat seorang nenek tua renta yang hidup di dalam kotak tersebut.

"Secara pribadi saya sebagai warga Lebak sangat prihatin dan menyayangkan dengan adanya kesenjangan sosial yang terjadi,"ujar Isbath.

Menurut Isbath, informasi yang dirinya peroleh dari warga di kawasan Terminal Kalijaga, bila Mak Wati ingin keluar kotak dibantu menggunakan roda kayu untuk alasnya karena ia tak bisa jalan.

Selain itu, selama Mak Wati tinggal di dalam kotak selama tiga tahun di pojok terminal, dan belum ada bantuan apapun dari pemerintah.

"Kondisi seperti ini sangat ironis, ditengah gembar gembornya pemerintah melaksanakan pembangunan diberbagai bidang, namun masih ada warga miskin seperti Mak Wati yang hidup tanpa mendapat perhatian dari pemerintah,"tukas Isbath. (Gun/TN2)

Komentar