Masih Ada Kasus Positif Covid-19, Orangtua di Serang Tak Setuju Sekolah Tatap Muka

Hanah, salah satu orangtua siswa di SDN 2 Kota Serang. (Foto: TitikNOL)
Hanah, salah satu orangtua siswa di SDN 2 Kota Serang. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Hanah, salah satu orangtua siswa di SDN 2 Kota Serang, tidak setuju dengan rencana Pemkot yang akan menggelar pembelajaran secara tatap muka di masa pandemi.

Selain masih terdapat kasus positif di Kota Serang, pihaknya khawatir sekolah tidak dapat mengontrol aktivitas murid yang usianya masih anak-anak dan senang bermain.

"Saya maih bingung dengan belajar tatap muka, karena yang namanya anak rentan ya, takut kena kalau udah kumpul," katanya saat mengambil seragam sekolah di SDN 2 Kota Serang, Jumat (14/8/2020).

Ia mengaku telah sepakat dengan suaminya, untuk tidak mengizinkan anaknya belajar tatap muka di sekolah. Alasannya, aktivitas anak lebih terkontrol oleh dirinya ketika di rumah.

"Untuk saya pribadi sama ayahnya, nggak mau ngizinin dulu. Mending Daring aja, liat anak ngerjain tugas bisa membimbing, kalau di sekolah cuma nganter doang," terangnya.

Jika Dindikbud Kota Serang mewajibkan untuk tatap muka, maka Hanah akan membuat komitmen dengan pihak sekolah agar bertanggungjawab apabila terjadi hal yang tidak diinginkan terhadap anaknya.

Hal itu dilakukan, semata-mata dalam rangka melindungi anaknya dari penyebaran virus Corona. Terlebih, anaknya belum mengerti terkait bahaya Covid-19 karena baru duduk di bangku kelas 1 C.

"Kalau misalkan diwajibkan sekolah, ya saya tanya dulu. Kalau dari dinas harus sekolah, ya sekolah. Tapi kalau harus belajar dulu harus nyoba, saya sih nggak mau," jelasnya.

Menurutnya, dalam kondisi yang sedang tidak baik ini, pembelajaran Daring dinilai lebih efektif untuk menjaga kesehatan. Namun, pihaknya tidak dapat memaksa dengan keputusan yang berbeda dari orangtua yang lain.

"Kalau saya mengizinkan ini kalau anak saya kena, sekolah tanggungjawab nggak gitu? Kalau saya mending di rumah saja. Apalagi anak saya baru kelas 1. Liat masker bagus nanti takut ingin nyoba," tukasnya.

Perlu diketahui, berdasarkan peta penyebaran dari Dinas Kesehatan Kota Serang per tanggal 13 Agustus 2020, jumlah kasus positif sebanyak 49. Dengan rincian, 13 masih dirawat, 32 sembuh dan 4 meninggal. (Son/TN1)

Komentar