Media Gathering Azizah Diwarnai Insiden Pengusiran Wartawan

Media gathering Azizah di Bakoel Koffie, Bintaro, Tangerang Selatan. (Foto: TitikNOL)
Media gathering Azizah di Bakoel Koffie, Bintaro, Tangerang Selatan. (Foto: TitikNOL)

TANGSEL, TitikNOL - Acara media gathering Azizah menuai kritikan. Pasalnya, dalam acara temu bersama insan pers tersebut, terjadi insiden memalukan yang dilakukan pihak panitia penyelenggara acara.

Pantauan wartawan di lokasi, insiden memalukan tersebut terjadi terhadap salah satu oknum wartawan nasional berinisial A.

Wartawan nasional tersebut ditolak panitia ketika akan mengikuti acara Azizah, yang saat itu sedang menyampaikan kisah perjalanannya saat kampanye, kepada insan pers jelang masa tenang Pilkada Tangerang Selatan 2020 di Bakoel Koffie, Bintaro, Pondok Aren, Jum'at (4/12/2020).

Menanggapi hal tersebut, Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Tangerang Raya, Hasan Kurniawan menyesalkan adanya insiden tersebut.

Menurut Hasan, kejadian itu menurutnya tak perlu terjadi kalau komunikasi yang dilakukan panitia atau tim pemenangan ke wartawan berjalan baik.

"Nggak perlu terjadi seharusnya ini. Di akomodir saja dulu teman-teman media yang datang baik nasional maupun lokal. Ini yang diduga diusir apalagi media nasional. Jangan arogan," terang Hasan Kurniawan.

Terpisah, saat dikonfirmasi wartawan, juru bicara Azizah-Ruhama, Diska Putri Pamungkas mengatakan, hal tersebut menurutnya bukan suatu larangan untuk wartawan mengikuti acara.

"Bukan dilarang masuk mas tadi itu, tapi karena ada banyak wartawan yang tidak konfirmasi kehadiran. Sedangkan kami sudah wanti-wanti yang mau hadir untuk konfirmasi terlebih dahulu karena waktu terbatas," terang Diska Putri Pamungkas.

Meski begitu, Diska menjelaskan, pihaknya membatasi peserta yang hadir lantaran adanya pesan dari Panwascam agar tidak melakukan kerumunan lebih dari 50 orang.

"Tadi kita sudah diwanti-wanti oleh Panwascam agar tidak berkerumun lebih dari 50 orang, sedangkan wartawan yang konfirmasi sudah 40 orang. Kami spare untuk panitia, ini untuk protokol kesehatan masa covid mas," jelasnya.

Sementara, Pengamat Kebijakan Publik dan Politik, Adib Miftahul, menyayangkan adanya dugaan pengusiran wartawan saat registrasi media gathering. Dosen UNIS Tangerang itu beranggapan insiden itu sebuah kerugian besar.

"Ini menyedihkan, karena bagaimanapun Paslon ini kan butuh sosialisasi tentunya melalui media. Apalagi media massa yang mendapat perlakuan kurang mengenakkan itu media nasional," jelas Miftahul Adib.

Kendati demikian, Adib menyoroti kemungkinan arogansi dari tim sukses inilah yang membuat nila setitik noda jelek pada paslon Azizah-Ruhamaben. Pasalnya, peristiwa ini dinilai dapat mencederai upaya laslon dekat dengan media atau wartawan dalam memberitakan visi-misinya ke publik. (Don/TN1)

Komentar