PMII Kritisi Pemkot Cilegon yang Libatkan Pihak Pembawa Golok Saat Pembongkaran Bangli

Dengan menggunakan alat berat, petugas Pemkot Cilegon saat melakukan pembongkaran bangunan liar di Lingkungan Cikuasa Pantai, Kelurahan Gerem. (Dok: TitikNOL)Dengan menggunakan alat berat, petugas Pemkot Cilegon saat melakukan pembongkaran bangunan liar di Lingkungan Cikuasa Pantai, Kelurahan Gerem. (Dok: TitikNOL)

CILEGON,TitikNOL - Ketua Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Cilegon Andra Imam Putra, mengkritisi kegiatan Pemkot Cilegon saat melakukan pembongkaran ratusan bangunan liar (bangli) di Lingkungan Kramat Jawa dan Cikuasa Pantai, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, beberapa hari yang lalu. Ia menyayangkan tindakan Pemkot Cilegon yang melibatkan unsur jawara.

"Kita sangat mendukung langkah Pemkot Cilegon melakukan penggusuran terhadap bangli. Tapi kan tidak harus melibatkan jawara juga. Apa lagi ada yang membawa golok. Seolah-olah pembongkaran ini terkesannya dipaksakan," kata Andra, Jumat (12/8/2016).

Andra juga mengatakan, Pemkot Cilegon seharusnya menyiapkan rumah susun untuk merelokasi warga yang bangunannya dibongkar. "Jadi pemkot itu seharusnya menyiapkan tempat seperti rumah susun untuk merelokasi warga yang menjadi korban gusuran. Tapi ini faktanya tidak ada," ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan bangunan liar yang berdiri diatas lahan PT KAI, di Lingkungan Kramat Jaya dan Cikuasa Pantai, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, dibongkar oleh Pemkot Cilegon. (Ardi/quy)

Komentar