Jum`at, 4 April 2025

Minta Diangkat Jadi PNS, Honorer Ini Curhat Kepahitan Janda dalam Menata Masa Depan Anak

Honorer di Pemprov Banten saat demkntrasi (Foto: TitikNOL) 
Honorer di Pemprov Banten saat demkntrasi (Foto: TitikNOL) 

SERANG, TitikNOL - Ribuan honorer di lingkungan Pemprov Banten melakukan aksi demontrasi kebijakan pemerintah tentang penghapusan pegawai non-ASN.

Dalam aksinya yang digelar di Plaza Aspirasi, para honorer meminta untuk diangkat jadi PPPK atau PNS tanpa melalui tes.

Mengingat selama ini, gaji honorer di Pemprov Banten hanya Rp1,8 juta hingga Rp2,1 juta. Hal itu dinilai masih jauh dari syarat kesejahteraan lantaran di bwah UMP.

Salah satu massa aksi, Diah mengatakan, masih banyak tenaga honorer yang kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan gaji yang diterima saat ini.

Oleh karena itu, pihaknya meminta agar Pemprov memberikan gaji yang layak, minimal sesuai UMR Banten.

"Untuk upah tolong sesuai UMR bagi yang sudah mrngabdi bertahun-tahun," katanya saat menyampaikan aspirasinya, Senin (15/8/2022).

Dampak dari ketidakcukupan gaji, tidak sedikit honorer yang tidak memiliki suami kewalahan untuk menata masa depan anak-anaknya.

"Yang kami lihat di sini gajihan kapan, gajihan kapan, apalagi yang janda. Kami ke siapa lagi mengadu kalau bukam sama bapak. Ini cerita ibu-ibu di sini. Kalau ibu-ibu nggak punya suami kami cuma berharap di sini," ungkapnya.

Baca juga: Aspirasi Diacuhkan, Honorer di Banten akan Gelar Demo Tuntut Kesejahteraan

Selain itu, pihaknya menuntut Pemprov Banten agar mengangkat honorer menjadi PPPK atau PNS tanpa tes.

Alasannya, mereka sudah mengabdi bertahun-tahun dan tidak memiliki waktu banyak untuk belajar.

"Kami mohon dengan adanya dibukakan CPNS dan PPPK langsung tanpa tes. Kami di sini berharap langsung diangkat karena kami tidak mungkin belajar untuk tes," jelasnya.

Di tempat yang sama, Ketua Forum Pegawai Non PNS Banten (FPNB), Taufik Hidayat mengaku banyak honorer yang single parent.

Menurutnya, demontrasi yang dilakukan hari ini bagian dari curhatan dan aspirasi honorer tentang nasib kesejahteraannya.

"Banyak yang single parent banyak, yang punya anak satu, dua pun banyak. Ini yang secara ekonomi kurang tapi sudah mengabdi bertahun-tahun, mereka kerja bukan tidak cape, cape sama, tapi karena butuh untuk menghidupi anak," ujarnya.

Baca juga: Honorer akan Demo, Pj Gubernur Banten: Sabar, Kita Kondisinya Seperti Ini

Pihaknya mempertanyakan keperpihakan Pemprov Banten terhadap pengabdian honorer yang sudah bertahun-tahun.

"Apakah pemprov tidak melihat pengorbanan mereka untuk membantu pemerintahan di Provinsi Banten. Ingin ada gebrakan dari mereka," tuturnya. (TN3)

Komentar