Miris, Puluhan Warga di Kota Serang Ini Tinggal di Rumah Nyaris Roboh

Pemilik rumah yang kondisinya hampir roboh tengah berkomunikasi dengan awak media. (Foto: TitikNOL)
Pemilik rumah yang kondisinya hampir roboh tengah berkomunikasi dengan awak media. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Sejumlah warga Tanggul, Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang yang tinggal di bantaran sungai Cibanten dengan rumah yang tidak laik huni, meminta kepada pemerintah Kota Serang dapat merelokasi pemukiman mereka ke rumah yang laik huni.

Pasalnya, kehidupan sejumlah warga Tanggul tersebut hidup dalam kemiskinan dan tinggal di rumah yang kumuh yang hendak ambruk. Rata-rata, warga di sana sehari-hari mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya dari mencari ikan di sekitaran sungai Cibanten.

Berdasarkan pengakuan dari salah satu warga, satu rumah yang berukuran 4x5 meter itu rata rata diisi oleh 10 sampai 11 anggota keluarganya. Mereka terpaksa tetap menghuni rumah tersebut, lantaran tidak memiliki tanah untuk membangunnya.

Selain itu, tidak ada kepastian dari Pemerintah Kota Serang menjadi alasan lain para warga di lokasi itu bertahan.

"Saya sudah lama menempati rumah ini, tapi tidak pernah ada yang perhatian dari pemerintah," kata salah satu warga tanggul Daeng Marola (67), saat ditemui di rumahnya, Senin (14/8/2017).

Daeng berharap, ada sikap yang tegas yang dilakukan Pemkot Serang. Sebab, ratusan warga di perkampungan itu kehidupannya jauh dari kata laik. Menurutnya, memang awalnya mereka perantau, namun, sejak delapan tahun silam mereka resmi menjadi warga Kota Serang.

"Saya punya anak empat cucu lima semuanya tinggal di rumah yang berukuran kecil ini," ucapnya.

Senada dikatakan oleh Harmastati, wanita berusia 43 tahun ini merasa tidak diperhatikan baik oleh pihak RT maupun Kelurahan. Ia mengaku, rumah kumuh yang ia tempati statusnya milik orang lain sehingga setiap bulannya harus bayar kepada pemilik.

"Dulu katanya mau direlokasi tapi sampai saat ini tidak ada, ya saya berharap ada bantuan atau kepastianlah, kalau direlokasi kita sudah siap," pungkasnya. (Gat/red)

Komentar