Mobil Bus Peziarah Asal Purwakarta Terbakar di Tol Km 65 Tangerang-Merak

Petugas kebakaran saat memadamkan api. (Foto: TitikNOL)
Petugas kebakaran saat memadamkan api. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Mobil bus rombongan peziarah asal Purwakarta terbakar di Tol Km 65 Tangerang-Merak, arah menuju Jakarta, setelah pulang ziarah dari Banten Lama. Tidak ada korban jiwa, sekitar 50 penumpang selamat berhasil dievakuasi.

Sopir Bus Panca mengatakan, peristiwa terjadi sekitar pukul 11.00 WIB saat salah satu jemaah mencium bau kabel terbakar di bagian belakang bus.

"Saat itu AC mati, setelah itu ada konfirmasi dari belakang dari jemaah ada bau kabel terbakar. Dari situ kami langsung ke pinggir, evakuasi penumpang," kata Panca ditemui di lokasi kejadian, Rabu (9/12/2020).

Panca pun kaget saat ada kepulan asap dari bagian AC di kabin atas bagian belakang mobil, seluruh penumpang pun dievakuasi keluar.

"Karena ada kepulan asap penumpang dievakuasi, setelah 10 menit keluar api, sebelum saya cek sempat cabutin kabel yang berhubungan dengan listrik tapi tetep namanya preyon ac seperti gas kalau ada percikan api keluar api," jelasnya.

Penumpang sekitar 50 orang selamat. Saat ini penumpang akan kembali ke Purwakarta menggunakan bus lainnya yang siap membawa penumpang.

"Dari Purwakarta ziarah ke Banten ada 45 sampai 50 penumpang selamat semua, ada bus lain yang membawa penumpang," tukasnya.

Sementara itu, KA Induk PJR Korlantas Polri Tol Tangerang - Merak AKP Denny Catur menjelaskan, mobil bus Fiqri Family dengan nomor polisi F 7874 WB ini terbakar akibat konsleting di bagian AC mobil.

"Konsleting AC, begitu gitu sang sopir ambil inisiatif ke pinggir dan mengevakuasi penumpang," kata AKP Denny.

Tiga unit Damkar diterjunkan untuk memadamkan kobaran api, sementara jalur ditutup sementara agar api tidak merambat ke mobil lainnya, kemacetan mencapai tiga kilometer.

"Dua Damkar dari kabupaten satu Damkar dari Kota Serang. Kami tutup jalur menuju Jakarta takutnya ada lanjutan api, sekarang kami buka lagi mulai berangsur, kemacetan mengular tiga kilo kami buka satu jalur saja," imbuhnya. (Gat/TN1)

Komentar