Pansel Rekrutmen Bantuan Stimulan Rumah Swadaya di Lebak Dituding Tidak Profesional

LEBAK, TitikNOL - Panitia Seleksi (Pansel) calon pendamping pada program Bantuan Stimulan Rumah Swadaya (BSRS) pada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) kabupaten Lebak, dituding tidak profesional.

Pasalnya, Pansel rekrutmen calon pendamping pada program BSRS dinilai hanya menghambur-hamburkan biaya kegiatan dari APBD Lebak tahun 2022.

Terlebih hasil seleksi itu hanya menerima orang-orang yang terkesan punya kedekatan khusus dengan dinas.

Salah satu pelamar berinisial AMM mengaku merasa aneh lantaran yang diterima dalam proses seleksi hanya orang-orang itu saja.

"Saya bukan tidak mau menerima hasil keputusan pansel, tetapi ketika proses seleksi ini dilakukan tidak profesional, bagaimana bisa menerimanya?," ungkapnya, Sabu (12/3/2022).

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Lebak, Bangbang SP menilai seleksi calon pendampin program BSRS seolah hanya menggugurkan kewajiban dalam melakukan rekrutmen.

"Untuk apa diadakan rekrutmen terbuka, manakala yang diterima dalam pendamping BSRS ini hanya orang-orang lama. Saya katakan wajah lama lah," ujarnya.

Menurutnya, seharusnya Pansel bersikap profesional dalam melakukan rekrutmen dengan menggandeng Lembaga Independen.

"Ini kan, faktanya yang diterima orang-orang itu saja. Jangan memberikan harapan palsu kepada pelamar yang betul-betul membutuhkan pekerjaan, kasian pelamar yang tidak punya pekerjaan," paparnya.

Hingga berita ini diterbitkan, TitikNOL masih berupaya mengkonfirmasi kepada pihak Pansel rekrutmen calon pendamping program BSRS. (Gun/TN3)

Komentar