SERANG, TitikNOL - 30 tahun sudah Rita, warga Link Kilasa Dua, Kelurahan Kilasa Dua Kecamatan Kasemen, Kota Serang, mengandalkan air irigasi untuk kebutuhan Mandi, Cuci, Kakus (MCK).
Rita mengatakan, saluran irigasi yang berada di pinggir pemukiman merupakan sumber utama bagi kebutuhan sehari-hari warga Kasemen.
Tidak hanya sebatas mandi, air di irigasi pun memberikan keberkahan lainnya seperti ikan dan sayur kangkung untuk santapan warga di musim paceklik.
Namun hal itu berubah semenjak 10 hari belakangan ini. Irigasi yang menjadi prioritas masyarakat menjadi kering dan ternodai sampah plastik aneka makanan instan.
Rita menceritakan kepada TitiknOL, bahwa dirinya beserta warga yang lain tidak berdaya atas kondisi irigasi yang mengering. Saat ini, hujan menjadi secercah harapan bagi warga Kilasah Dua.
"Udah ada 10 hari. Iya lah pak orang kampung mah sehari-hari nyuci sama mandi di kali. Udah bingung kalau kering gini, mau gimana lagi lah," tuturnya kepada TitikNOL, Rabu (24/7/2019).
Ia mengaku tidak mengketahui faktor yang menyebabkan air kering. Yang pasti, dari seumur hidupnya, hanya di situlah tempat bertamasya Rita dan keluarganya setiap pagi dan sore.
"Wih udah lama dari kecil, umur saya juga udah 30 lebih," ujarnya.
Ditambah, Rita yang tidak memiliki sumur harus legowo dengan kondisi lingkungan serta air bersih yang tidak memadai.
Ia hanya berharap, pemerintah daerah peduli dengan kesehatan warga Kasemen, karena tidak menutup kemungkinan air irigasi yang ia andalkan mengandung bakteri.
"Kalau nyedot juga harus sewa, Rp60 ribu sekali sewa, nyedotnya juga gimana kalau airnya gak ada mah kan. Ya hanya bisa pasrah aja," tukasnya. (Son/TN1)