PDIP Banten Bagi-Bagi 540 Daging Qurban ke Ponpes di Kota Serang

Ketua Bidang Kaderisasi DPD PDIP Banten Ananta Wahana saat membagikan daging kurban kepada sejumlah santri di pondok pesantren di Kota Serang. (Foto: TitikNOL)Ketua Bidang Kaderisasi DPD PDIP Banten Ananta Wahana saat membagikan daging kurban kepada sejumlah santri di pondok pesantren di Kota Serang. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - DPD PDI Perjuangan Provinsi Banten, bagikan 540 kantong daging kurban kepada sejumlah santri di pondok pesantren di Kota Serang, Sabtu (2/8/2017) lalu.

Ketua Bidang Kaderisasi DPD PDI Perjuangan Banten Ananta Wahana mengatakan, pembagian ratusan kantong daging kurban tersebut dilakukan sebagai momentum melakukan silaturahmi saat hari raya Idul Adha 1438 Hijriyah.

"Idul Adha kali ini kami ingin berbagi dengan masyarakat yang merayakan, caranya berbagi hewan kurban kepada sesama masyarakat termasuk ke beberapa pondok pesantren di Kota Serang," kata Ananta.

Ananta menambahkan, momentum Idul Adha merupakan hari raya suci bagi umat Islam yang dibentuk oleh serangkaian peristiwa penting.

Untuk itu, menurutnya perayaan hari raya yang biasa disebut juga hari raya idul kurban harus bisa bermakna aplikatif.

Ia memambahkan, Idul Adha bagi PDI Perjuangan juga mempunyai dua dimensi penting, yaitu dimensi spritual dan sosial. Dalam hal dimensi spiritual, Idul Adha menjadi momentum untuk meningkatkan kembali nilai-nilai ketakwaan kepada Allah SWT.

Sementara, dalam hal dimensi sosial, Idul Adha menurutnya mendorong untuk menumbuhkan kepedulian kepada sesama anak bangsa dan sesama umat muslim.

“PDI Perjuangan hadir untuk menentang segala bentuk individualisme dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Ia pun mengatakan, saat ini persatuan Indonesia sedang diganggu maraknya berita hoax, utamanya banyak menggunakan isu-isu SARA untuk memecah belah bangsa. Bila terus didiamkan, bukan tidak mungkin persatuan yang sudah kuat terbangun ini akan rontok.

“Kita harus bersama-sama, bahu membahu, saling bergotong-royong agar bisa menepis berbagai potensi pemecah belah kebangsaan. Idul kurban ini sebagai momentum untuk kita bangkit, dari hantaman hoax yang merajalela,” tukasnya. (Gat/red)

Komentar