Pekan Depan, 10 Ribu Warga Bayah akan Demo PT Cemindo

Foto ilustrasi. (Dok: net)Foto ilustrasi. (Dok: net)

LEBAK, TitikNOL - 10 ribu warga yang dimotori oleh 11 kepala desa di Kecamatan Bayah, akan kepung pabrik semen bermerk Semen Merah Putih milik PT. Cemindo Gemilang, di Desa Darmasari, Kecamatan Bayah.

Aksi besar-besaran itu merupakan buntut dari kurang perdulinya PT. Cemindo Gemilang, kepada warga yang ada di wilayah Kecamatan Bayah.

Beberapa yang dikeluhkan yakni bantuan CSR perusahaan yang bersifat sosial, sarana keagamaan atau peribadatan, bantuan pembangunan infrastrukur jalan lingkungan, kesehatan dan bantuan terhadap korban terdampak akibat aktivitas pabrik.

"Dua tahun terakhir ini tidak ada satupun ajuan proposal dari Kades yang direalisasikan oleh PT. Cemindo," ujar Ridwan, Kades Bayah Barat kepada TitikNOL, Sabtu (18/8/2018).

Menurut Ridwan, jangankan soal bantuan CSR, bantuan bagi warga yang terdampak pun sampai saat ini tidak pernah ada dan terkesan dibiarkan.

"Pemilik sawah dan warga yang bermukim di Kampung Sawah itu meski wilayahnya masuk ke Desa Darmasari, tapi mayoritas mereka adalah warga Desa Bayah Barat. Waktu terkena longsoran tanah musim hujan kemarin, untuk pinjam alat berat saja sampai dibuatkan surat oleh pemerintah desa dan ditandatangani semua perwakilan warga hingga muspika, sama sekali tidak digubris oleh manajemen PT. Cemindo," terang Ridwan.

Oleh karena itu, berdasarkan hasil pertemuan sebelas kepala desa di Kecamatan Bayah kemarin lanjut Ridwan, tak kurang sekitar 10 ribu warga akan diikutsertakan dalam aksi demo ke PT. Cemindo.

"Pihak PT. Cemindo keenakan karena selama ini para Kades diam, seolah-olah jadi beking PT. Cemindo ke warga di desa-desanya, padahal tidak. Rencana aksi pada Rabu, akan menurunkan 10 ribu. Surat pemberitahuan aksi demo itu, hari Senin baru akan disampaikan ke Polsek Bayah dan Polres Lebak," tukasnya.

Terpisah, Hasan Sadeli, salah satu warga di Kecamatan Bayah, berharap aksi itu bisa memberikan kemaslahatan kepada warga Bayah.

"Jika jadi rencana aksi itu, sedianya di publish ke masyarakat hasilnya, kan mereka itu para pemimpin harus ada tanggungjawab moral juga terhadap masyarakat," tukas Hasan. (Gun/TN1).

Komentar