CILEGON, TitikNOL - Wali kota Cilegon Edi Ariadi, melakukan peninjauan ke lokasi proyek pembangunan gedung Setda Enam Lantai. Kedatangan orang nomor satu di Kota Cilegon itu, untuk melihat langsung sejauh mana progres proyek senilai Rp23 miliar tersebut.
Berdasarkan pantauan di lapangan, manajemen PT Aura Hutaka selaku kontraktor pembangunan gedung Setda Enam Lantai, terlihat tidak ada di tempat saat Edi Ariadi berada di lokasi proyek.
Orang nomor satu di Kota Cilegon itu, hanya didampingi Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cilegon Muhammad Ridwan, Kepala Bidang Cipta Karya Mugni dan sejumlah pejabat DPUTR lainnya.
Wali kota Cilegon, Edi Ariadi menyebut, pembangunan gedung Setda Enam Lantai yang kini dalam tahap konstruksi progresnya kurang satu persen.
"Kalau prosesnya bagus terus berjalan, tapi kalau dari segi progres ada minus 1 persen. Seharusnya 11 persen, tapi ini kan baru 10 persen," kata Edi Ariadi kepada wartawan, Rabu (28/8/2019).
Edi pun berharap, embangunan gedung Setda enam lantai itu bisa berjalan dengan baik dan sesuai dengan target.
"Ini kan pekerjaan kasar ya, hujan harus jalan terus, nggak boleh berhenti. Terus kemudian PPK (pejabat pembuat komitmen) dan PPTK (pejabat pelaksa teknis kegiatan) juga enggak boleh berhenti, terus aja kejar progres," tegas Edi.
Sementara itu, Kepala Bidang Cipta Karya DPUTR Kota Cilegon Mugni berdalih, bahwa deviasi satu persen itu dikarenakan adanya sejumlah acara di Pemkot Cilegon beberapa waktu yang lalu, sehingga pekerjaan tidak boleh beroperasi.
"Kita melakukan secara teknis udah, mengkoreksi udah dan ketepatan daripada material mereka juga udah. Hanya ada beberapa waktu mungkin sekarang, kemarin ada acara di Pemkot Cilegon akhirnya ada deviasilah 1 persen itu. Karena acara kemarin itu kan enggak boleh beroperasi kita," katanya.
Meski begitu, Mugni menyatakan bahwa kurangan satu persen itu akan bisa dikejar.
"Insya Allah kekurangan itu bisa kita kerja," tuturnya. (Ardi/TN1).