Jum`at, 4 April 2025

Pembangunan Jembatan di Malingping Senilai Rp1 Miliar Dikritik

Tampak pekerjaan jembatan tanggung-jawab PUPR Lebak sepanjang 14 meter berlokasi di Kampung/Desa Senanghati Kecamatan Malingping. (Foto: TitikNOL)
Tampak pekerjaan jembatan tanggung-jawab PUPR Lebak sepanjang 14 meter berlokasi di Kampung/Desa Senanghati Kecamatan Malingping. (Foto: TitikNOL)

LEBAK, TitikNOL - Pekerjaan pembangunan jembatan permanen di Kampung/Desa Senanghati Kecamatan Malingping, yang dianggarkan dari APBD 2019 Kabupaten Lebak senilai Rp1 miliar dikeluhkan.

Sejumlah kalangan menilai, proyek yang dikucurkan melalui anggaran di dinas PUPR Lebak itu banyak kekurangan.

"Banyak kekurangan, bahan cor untuk sayap jembatan tidak memakai batu split. Padahal kalau tidak ada atau kekurangan material seharusnya jangan dulu dikerjakan. Selain itu pasirnya juga bukan pasir cor, tetapi pasir aruk yang enggak bagus untuk cor," kata Masud, pegiat sosial yang memahami pekerjaan bidang teknik sipil kepada wartawan, Rabu (11/12/2019).

Menurutnya, ada beberapa kejanggalan lain yang cukup riskan, seperti adukan cor beton tidak pakai molen, namun dibuat secara manual dengan menggunakan cangkul dan para pekerja didapati tidak memakai alat keselamatan kerja.

"Gaya pengerjaan proyek di Lebak selalu saja semberono seperti ini, pihak pelaksana kontraktor hanya menaruh pekerja di lokasi lalu ditinggalkan, sedangkan dari pihak pelaksana jarang pernah ke lokasi," ujarnya.

Diketahui, jembatan sepanjang 14 meter itu merupakan proyek milik Dinas PUPR Pemkab Lebak yang dikerjakan oleh CV. Jillan Contractor dengan nilai anggaran Rp1.023.840.000,-

Pantauan wartawan di lokasi, tidak ada satu orang pun dari pihak terkait pekerjaan tersebut yang bisa ditemui, baik pihak pelaksana, konsultan pengawas maupun dari perwakilan pihak dinas.

Sementara ketika wartawan menemui salah seorang pekerja, membenarkan bahwa adukan cor dikerjakan secara manual. Namun menurutnya, adukan itu hanya untuk bahan tugu jembatan saja.

"Kemarin-kemarin sih sempat pakai molen, ini hanya untuk tugu jembatan, dan hujan juga sedikit mengganggu pekerjaan, makanya ini agak dipercepat. Selain itu, memang material bahan sedikit terlambat. Waktu pengerjaan sudah kurang lebih dua bulan," jelasnya.

Hingga berita ini dilansir, TitikNOL masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Dinas PUPR Pemkab Lebak. (Gun/TN1)

Komentar