LEBAK, TitikNOL - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lebak menyebut bekas lubang galian pasir yang berada di lokasi pembangunan Pasar Sawarna, bukan bekas galian yang pasirnya digunakan untuk kebutuhan pembangunan pasar Sawarna.
Akan tetapi, lubang - lubang bekas galian pasir itu digunakan oleh pihak kontraktor pelaksana pembangunan masjid di kawasan Pantai Sawarna yang dibangun oleh Dinas Pariwisata Lebak.
Demikian diungkapkan Kepala Disperindag Kabupaten Lebak Dedi Rahmat menyikapi tudingan pembangunan pasar Sawarna menggunakan pasir di lokasi sehingga menimbulkan lubang-lubang besar yang merusak kawasan penataan pasar yang tengah dibangun.
"Itu mah lubang - lubang galian pasir bekas Dinas Pariwisata membuat masjid," ujar Dedi Rahmat melalui aplikasi pesan WhatsApp kepada TitikNOL, Rabu (31/10/2018).
Baca juga: Gunakan Material di Lokasi Proyek, Pembangunan Pasar Sawarna Disoal
Dedi juga menyarankan wartawan agar menanyakan hal tersebut kepada Kades Sawarna dan pihak kontraktor pelaksana pembangunan pasar di kawasan pantai Sawarna itu.
"Coba ditanya kadesnya dengan pelaksana, karena sudah saya tegur dia (kontraktor) tidak pakai pasir disitu," tuturnya.
Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Lebak Imam Rismahayadin terkesan enggan menanggapi pernyataan Kadisperindag yang menyebut lubang - lubang bekas galian pasir yang berada di lingkungan pembangunan pasar Sawarna adalah bekas proyek Dinas Pariwisata membangun masjid di kawasan tersebut.
"Lihat saja kondisi di lapangannya seperti apa, saya melalui PPK sudah meminta agar menghubungi kontraktor pembangunan masjid di kawasan pantai Sawarna itu. Saya juga sudah minta agar kontraktor membuat penyataan jika tidak menggunakan pasir di lokasi tersebut," ujar Imam.
Sebelumnya diberitakan, pembangunan pasar Sawarna yang berlokasi di Pantai Sawarna, Desa Sawarna, Kecamatan Bayah yang dibiyai APBD Kabupaten Lebak tahun 2018 sebesar Rp2,595 miliar oleh kontraktor CV Sinar Bintang Express disoal.
Sebab, pembangunan pasar atau penataan kios-kios pedagang sekitar 30 unit kios itu dibangun menggunakan material pasir yang digali dan diambil di lokasi sekitaran pembangunan pasar. Kondisi tersebut, menimbulkan banyak lubang - lubang besar dan jauh dari aspek kenyamanan.
Hingga berita ini diturunkan, TitikNOL masih berusaha mendapatkan konfirmasi dari pihak kontraktor pelaksana pembangunan pasar Sawarna yakni CV Sina Bintang Ekspres. (Gun/TN3)