Pemotor di Lebak Jatuh Ke Jurang saat Lintasi Jembatan Darurat

Konik (40), warga Kampung Ciusul, Desa Citorek Kidul, Kecamatan Cibeber, jatuh ke jurang sedalam empat meter, karena tergelicir saat melintasi jembatan darurat yang terbuat dari bambu dan kayu. (Foto: TitikNOL)
Konik (40), warga Kampung Ciusul, Desa Citorek Kidul, Kecamatan Cibeber, jatuh ke jurang sedalam empat meter, karena tergelicir saat melintasi jembatan darurat yang terbuat dari bambu dan kayu. (Foto: TitikNOL)

LEBAK, TitikNOL - Konik (40), warga Kampung Ciusul, Desa Citorek Kidul, Kecamatan Cibeber, jatuh ke jurang sedalam empat meter, karena tergelicir saat melintasi jembatan darurat yang terbuat dari bambu dan kayu. Akibatnya, pemotor tersebut mengalami luka ringan dan sejumlah giginya ompong.

Beruntung pada saat korban terjatuh, warga setempat menolong korban. Korban dan sepeda motor miliknya dapat dievakuasi dari jurang oleh warga.

"Tadi sekira jam 11 siang, di jalan Ciusul ada kejadian mengerikan. Pak Konik beserta sepeda motornya jatuh ke jurang sedalam 4 meter," kata Dedi Suhayadi, seorang petugas Pengelola Obyek Wisata Gunung Luhur, Desa Citorek Kidul, Kecamatan Cibeber.

Korban kata dia, merupakan warga Kampung Ciusul. Saat itu lanjut Dedi, korban membawa barang belanjaan warung. Namun nahas, saat melintasi jembatan darurat terbuat dari bambu dan kayu, kendaraannya tergelincir karena licin.

"Jembatan darurat yang bikin hasil swadaya warga. Untuk menghubungkan Kampung Ciusul dengan Kampung Cipulus," ujarnya.

Keberadaan hembatan sementara cukup membantu namun penuh resiko. Kondisi saat ini sudah sangat membahayakan, karena memang dibangun di atas tebing jurang setinggi empat meter.

"Kalau nanti hujan lagi, pastinya sudah gak bisa lewat lagi. Lantaran longsor susulan terus terjadi hingga mengikis sebagian tanah penopang jembatan," katanya.

Karenanya Dedi berharap, pemerintah dapat membantu membangunkan jalan baru ataupun sebuah jembatan. Supaya warga dapat melintas dengan aman dan lancar.

"Longsor ini kan sudah berbulan-bulan namun memang belum ada penanganan. Padahal akses ini sangat penting ditangani jangan sampai ada lagi kejadian warga jatuh ke jurang sedalam 4 meter," harap Dedi. (Gun/TN1)

Komentar