Pemuda di Lebak Selatan Tagih Janji Politik Wahidin - Andika

Puluhan Pemuda Kecamatan Malingping yang tergabung di LPP Pilar Cimunity menggelar aksi menagih janji politik Gubernur dan Wakil Gubernur Banten, WH - Andika. (Foto: TitikNOL)Puluhan Pemuda Kecamatan Malingping yang tergabung di LPP Pilar Cimunity menggelar aksi menagih janji politik Gubernur dan Wakil Gubernur Banten, WH - Andika. (Foto: TitikNOL)

LEBAK, TitikNOL - Puluhan pemuda Kecamatan Malingping yang tergabung di Lembaga Pemberdayaan Pemuda (LPP) Pilar Comunity, menggelar aksi unjukrasa di ruas jalan Simpang Malingping - Bayah, tepatnya di Desa Sukamanah, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Minggu (17/3/2018).

Dalam orasinya, puluhan pemuda ini menagih janji politik Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Wahidin Halim dan Andika Hazrumy, saat kampanye calon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten.

"Sepuluh bulan sudah Gubernur dan Wakil Gubernur Banten WH dan Andika memimpin Provinsi Banten. Apakah semua komitmen dan janji-janji politiknya sudah terwujud, kawan-kawan," teriak Fakih Hilmi salah seorang pendemo dalam orasinya.

Menurut Fakih, pembangunan di Provinsi Banten selama sepuluh bulan kepemimpinan WH dan Andika, seperti pedidikan gratis, biaya kesehatan dan pembanugunan infrastruktur masih jalan di tempat.

"Biaya pendidikan masih belum gratis, biaya kesehatan dengan menggunakan KTP seperti janji WH dan Andika saat berkampanye semua telum terwujud. Lalu bagaimana komitmen dan janji-janji politik mereka," ujar Fakih.

Di lokasi aksi, Indra Korlap aksi menjelaskan, aksi LPP Pilar Comunity Kecamatan Malingping hari ini untuk menagih janji Gubernur dan Wakil Gubernur Banten terpilih yakni WH dan Andika.

"Jadi aksi kami adalah untuk menagih janji Gubernur dan Wakil Gubernur Banten terpilih, mereka hanya berjanji saja tapi tidak ada buktinya. Misalkan biaya pendidikan gratis tapi kami masih merasakan adanya bayaran, perbaikan infrastruktur jalan katanya jalan rusak mau d perbaiki, tapi masih banyak jalan-jalan yang rusak. Biaya kesehatan gratis dengan menggunakan KTP, itu juga tidak terwujud," beber Indra.

Dalam aksinya, puluhan pendemo mendapat pengawalan dari sejumlah aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Mlaingping. (Gun/TN1)


Komentar