Peringati Maulid Nabi, Pendekar Banten Santuni 50 Anak Yatim Piatu

Laskar Pendekar Banten Sejati (Lapbas) saat memberikan santunan kepada anak yatim. (Foto: TitikNOL)
Laskar Pendekar Banten Sejati (Lapbas) saat memberikan santunan kepada anak yatim. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL – Para pendekar yang tergabung dalam Laskar Pendekar Banten Sejati (Lapbas), memperingati Maulid Nabi untuk meningkatkan ukhuwah Islamiyah.

Acara itu digelar secara sederhana di markas DPP Lapbas di Jalan Raya Petir-Serang, Cilaku, Kecamatan Curug. Mengingat, wilayah Kota Serang masih dilanda pandemi Covid-19. Puncak kegiatan ditutup dengan santunan kepada anak yatim piatu.

Sekjen DPP Lapbas Sunjana mengatakan, pelaksanaan kegiatan Maulid Nabi tidak dilakukan meriah seperti biasanya, karena dalam suasana pandemi. Namun, setiap pendekar yang hadir majib menjalankan perotokol kesehatan dengan memakai masker dan jaga jarak. Selain itu, panitia juga menyiapkan tempat cuci tangan serta sabun.

Menurutnya, ada 50 anak yatim piatu yang disantuni. Jumlah itu didapat dari warga sekitar markas DPP Lapbas dan anak dari keluarga besar Lapbas yang terlebih dulu tutup usia.

“Ada 50 orang yang disantuni. Warga sekitar sini (Cipocok Jaya), ada anak dari pendekar yang telah tutup usia, kami bantu,” katanya saat ditemui di lokasi, Minggu (22/11/2020).

Ia menyebutkan, kegiatan ini terlaksana berkat kekompakan dan gotong royong para pendekar yang menyisihkan sebagian rezekinya untuk anak yatim piatu.

“Semangat kekompakan gotong royong, termasuk acara inipun berkat swadaya dari anggota. Ada yang Rp50 ribu, Rp100 ribu, jadi hasil swadaya anggota Lapbas,” terangnya.

Ia menjelaskan, tujuan dari peringatan Maulid Nabi untuk meningkatkan ukhuwah Islamiyah yang telah diajarkan Rasulallah. Poin penting yang patut dijalankan oleh kaum muslim, tentang keteladanan akhlak Nabi Muhammad dan sikap toleransi.

“Kami mengadakan Maulid Nabi untuk memperingati Nabi Muhammad SAW, sekaligus memberikan santunan kepada anak yatim piatu. Ini untuk meningkatkan ukhuwah islamiyah dan silaturahmi antar pendekar,” jelasnya. (Son/TN1)

Komentar