Pertama di Indonesia, 18 Lokasi di Banten Gelar Donor Darah Serentak

Kegiatan donor darah serentak yang dilaksanakan di Gedung Serba Guna (GSG) Puspemkab Tangerang, Selasa (10/9/2019). (Foto: TitikNOL)Kegiatan donor darah serentak yang dilaksanakan di Gedung Serba Guna (GSG) Puspemkab Tangerang, Selasa (10/9/2019). (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Untuk pertama kali di Indonesia, Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Banten bersama delapan PMI kabupaten/kota menggelar donor darah serentak di 18 lokasi berbeda. Kegiatan yang bertajuk ‘Banten Berdonor Bersama’ tersebut, digelar dalam rangka menyambut hari ulang tahun (HUT) PMI ke 74 yang akan jatuh pada 17 September mendatang.

Secara simbolis, kegiatan donor darah serentak dilaksanakan di Gedung Serba Guna (GSG) Puspemkab Tangerang, Selasa (10/9/2019). “Kegiatan Banten Berdonor Bersama merupakan gerakan pertama yang dilakukan di Indonesia, dan harus bisa digelorakan menjadi gerakan donor Nasional,” kata Ketua Bidang PMR dan Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat Muhammad Muaz.

Turut hadir Bupati Tangerang A Zaki Iskandar dan Ketua PMI Provinsi Banten Ratu Tatu Chasanah. Menurut Zaki, Kabupaten Tangerang sendiri sebagai tuan rumah punya target kurang lebih 1.000 kantong darah. “Mudah-mudahan ini bisa tercapai dari 3 titik lokasi pendonoran di Kabupaten Tangerang,” ujarnya.

Ketua PMI Provinsi Banten Ratu Tatu Chasanah mengatakan, darah merupakan materi biologis yang hidup dan belum dapat diproduksi di luar tubuh manusia. “Artinya ketersediaan darah di sarana kesehatan sangat ditentukan oleh partisipasi masyarakat dalam mendonorkan darahnya,” ujarnya.

Kata Tatu, jika mengacu pada standar WHO, dengan jumlah penduduk Banten sekira 12 juta jiwa, standar kebutuhan darahnya mencapai 240.000 kantong darah per tahun (dua persen dari jumlah penduduk). “Jika dirata-rata, kebutuhan standar darah per bulan mencapai 20 ribu kantong darah. ketersediaan darah per bulan melalui PMI di Banten, rata-rata baru mencapai 10 ribu kantong darah. belum memenuhi standar WHO atau kekurangan 10 ribu kantong darah per bulan,” ujarnya.

Tatu berharap, semua pihak bersama-sama terus mendorong kesadaran masyarakat, sehingga pada akhirnya aksi donor darah sukarela tidak hanya dilaksanakan pada acara-acara khusus saja, tetapi menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. “Tidak lupa, kita juga harus mengedukasi anak muda, untuk punya jiwa kemanusiaan dan ikut terlibat dalam aksi donor darah sukarela,” ujarnya.

Sekedar diketahui, 18 lokasi donor darah tersebar di UDD PMI se-Banten dan beberapa perusahaan yang sukarela menggelar bersama. Berdasarkan catatan PMI Banten, total terkumpul 1.978 kantong darah. Dengan perincian, dari Kabupaten Tangerang 714 kantong darah, Kota Tangerang 250 kantong darah, Kabupaten Serang 300 kantong darah, Kota Tangsel 285 kantong darah, Kabupaten Lebak 147 kantong darah, Kota Cilegon 130 kantong darah, dan Kabupaten Pandeglang 132 kantong darah. (TN2)

Komentar