CILEGON, TitikNOL - Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Cilegon, sudah memeriksa empat saksi terkait tewasnya bocah 7 bulan yang ditemukan mengapung di bak kamar mandi rumahnya, di Kelurahan Bulakan, Kecamatan Cibeber.
Empat orang saksi yang diperiksa itu yakni ayah korban berinisial T, ibu korban berinisial D dan dua orang tetangga korban.
Dari 4 orang saksi yang diperiksa itu, penyidik sedikit kesulitan saat melakukan pemeriksaan terhadap ibu korban, karena polisi melihat ada gangguan kejiwaan.
"Penyidik masih agak kesulitan memeriksa ibu korban, karena kita melihat ada gangguan kejiwaan. Tapi kita masih mencoba butuh waktu lagi untuk meminta keterangan kepada yang bersangkutan," kata Kapolres Cilegon, AKBP Rizki Agung Prakoso kepada wartawan, Selasa (20/8/2019).
Lebih lanjut Kapolres menjelaskan, pihaknya belum bisa menyimpulkan apa penyebab meninggalnya anak berusia 7 bulan tersebut.
"Kita masih menggali penyebab meninggalnya korban. Saat ditemukan korban ini ada di kamar mandi bersama dengan ibunya. Kemudian saat ditemukan, korban mengapung di bak mandi. Sedangkan ibunya jatuh tergeletak di lantai kamar mandi dengan luka sayatan dipergelangan tangan kiri," ujarnya.
"Memang dugaan awal kita, si ibu ini berusaha melakukan percobaan bunuh diri tapi dapat diselamatkan oleh suaminya Pak Tommy sehingga korban dan ibunya langsung dibawa ke rumah sakit. Sedangkan ibunya bisa tertolong dan anaknya si bayi meninggal dunia," lanjutnya.
Baca juga: Warga Cilegon Geger, Ibu Ditemukan Luka Parah dan Bayi Tewas di Dalam Rumah
Menurut Kapolres, pihaknya saat ini masih mencoba untuk merekonstruksikan bagaimana kejadian tersebut.
"Kami masih mencoba merekonstruksikan bagaimana kejadian ini, karena saat ditemukan hanya si ibu saja yang di kamar mandi sama si korban. Meskipun sebelumnya memang ada saksi dari nenek korban," ungkapnya.
Sebelum ditemukan tergeletak di kamar mandi, sambung Kapolres, korban sempat diminta oleh sang nenek untuk dimandikan namun kemudian ibu korban meminta agar anaknya memandikan sama dirinya.
"Pertama kali korban ini diminta untuk dimandikan sama si neneknya terus kemudian diminta oleh ibunya. Dan tidak juga terdengar ada teriakan ataupun suara-suara yang mencurigikan dari dalam kamar mandi," tutur Kapolres.
Dari tempat kejadian, polisi sudah mengamankan barang bukti silet, ember dan bekas ceceran darah. (Ardi/TN1).