Sabtu, 5 April 2025

PPDB Banten, Ada Siswa Gunakan Sertifikat Asli Tapi Palsu, Saat di Tes Keahlian Tidak Bisa

Ilustrasi. (Dok: Pekanbaru)
Ilustrasi. (Dok: Pekanbaru)

SERANG, TitikNOL - Ombudsman Banten masih menemukan permasalahan dalam pelaksanaan PPDB jalur prestasi.

Kepala Ombudsman Banten, Fadli Afriadi mengatakan, masih ditemukan calon siswa menyertakan sertifikat asli tapi palsu. Sebab saat di tes keahlianya, tidak bisa.

“Pada proses pendaftaran jalur Prestasi, khususnya non-akademik, masih didapati penggunaan sertifikat ASPAL (Asli tapi Palsu),” katanya, Rabu (12/7/2023).

Baca juga: Duh! Ombudsman Banten Ungkap Ada Indikasi Pungli di PPDB, Per Siswa Diminta Rp8 Juta

Temuan itu terdeteksi saat sekolah menguji keahlian calon siswa sesuai dengan keahlian dari sertifikat yang disertakan.

“Ombudsman mengapresiasi sekolah-sekolah yang melakukan uji keterampilan terhadap para calon siswa sebagai salah satu bentuk bukti prestasi. Faktanya, pada saat dilakukan uji keterampilan beberapa calon peserta didik tidak dapat membuktikan kemampuan non-akademiknya,” ucapnya.

Selain itu, ada juga masalah terkait data kependudukan. Ombudsan Banten masih menemukan tidak aktifnya kartu keluarga maupun data tanggal lahir yang tidak sesuai antara data Dukcapil dan Dapodik yang diacu oleh sistem PPDB.

Baca juga: Serba Serbi PPDB, Ada Siswa Gunakan Kartu Kampanye Calon Kepala Daerah dan Anak Pejabat Pakai SKTM

“Dengan koordinasi dengan dinas terkait, permasalahan tersebut dapat diatasi dan calon siswa dapat melakukan pendaftaran kembali,” paparnya.


Kemudian, permasalahan teknis juga masih dikeluhkan, seperti penentuan titik koordinat antara rumah calon peserta didik dengan sekolah dan kesulitan mengunggah dokumen lainnya.

Tidak hanya dari orangtua calon siswa, keluhan juga Ombudsman terima dari pihak operator sekolah atau panitia PPDB, terkait permasalahan teknis seperti sisa daya tampung afirmasi yang tidak secara otomatis pindah ke jalur zonasi.

“Hal ini menjadi pertanyaan dan ketidakpastian bagi calon peserta didik terkait jumlah daya tampung yang tersedia di sekolah tujuannya,” tutupnya. (Son/TN3)

Komentar